Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas Rp2,3 Miliar, Dinkes Langkat Didemo

50

RADARINDO.co.id – Langkat : Massa aliansi mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Langkat, Senin (03/4/2023) lalu.

Aksi para mahasiswa tersebut mendesak pemerintah kabupaten untuk mencopot jabatan dr Juliana selaku Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Langkat, dan meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut dugaan korupsi, diantaranya pembangunan puskesmas.

Baca juga : Firli Ingin Jadikan Anies Tersangka, Risiko Tinggi Dividen Besar

“Kita gabungan dari beberapa elemen mahasiswa di Kabupaten Langkat, aksi ini menuntut terkait banyaknya indikasi korupsi di Dinas Kesehatan Langkat,” ujar Ketua IMM Langkat, Ari Armanda, melansir tribunmedan.

Adapun tuntutan para mahasiswa ini yaitu, meminta pihak terkait agar mengusut adanya indikasi korupsi dan mark up dana penambahan ruangan Puskesmas Kuala dan fisik sebesar Rp 2,3 miliar tahun 2021.

“Informasi yang kami dapat dari media bahwa pihak kejaksaan sudah memanggil beberapa pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, terkait dugaan ini,” ujar Ari.

Tetapi menurut Ari, sampai saat ini tindaklanjut atas pemanggilan tersebut, tidak ada kabar lebih lanjut, apakah ada yang dinyatakan bersalah atau tidak oleh pihak kejaksaan. “Kedepan akan kami tanyakan lagi ke kejaksaan apakah memang benar-benar sudah selesai perkaranya atau tidak,” ujar Ari.

Baca juga : Polsek Padang Bolak Tertibkan Kenderaan Pakai Knalpot Blong

Selain itu, massa juga menuntut terkait dugaan mark up dana pembuatan website di 32 puskesmas, sebesar Rp 80 juta. Massa menilai pembuatan website itu tidak sesusai spesifikasi. “Pertama domainnya hanya menumpang, kedua kami melihat dan sudah kami buka tadi malam websitenya sudah tidak aktif,” ucap Ari.

Atas dasar itu, massa meminta kepada Pemerintah Kabupaten Langkat, untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan Langkat. (KRO/RD/TRB)