Terkait Dugaan Pemukulan Bawahan, Kapolres Dairi Diperiksa Propam

72

RADARINDO.co.id – Medan : Propam Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap Kapolres Dairi, AKBP Reinhard Habonaran Nainggolan terkait dugaan pemukulan kepada bawahannya hingga masuk rumah sakit.

Namun, apa hasil pemeriksaan Reinhard, belum diumumkan ke publik. Polda Sumut belum membeberkan lebih lanjut, apakah Propam Polda Sumut sudah menyita rekaman CCTV di Polres Dairi atau belum.

Baca juga : Mahasiswa Sumut Desak Kejatisu Periksa Mantan Bupati Samosir


Sebab, saat dugaan penganiayaan terjadi, korbannya Bripka David Sitompul mengaku dijambak, ditampari dan dipukul keningnya di ruang Provost oleh Kapolres Dairi. “Diperiksa Kapolresnya. Baru saja (saksi lain belum ada),” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (28/8/2023), melansir tribunmedan.com.

Menurut Hadi, dugaan pemukulan tersebut hanya sebatas tindakan Kapolres untuk mendisiplinkan anggota saja. “Kalau yang saya ketahui tindakannya itu disuruh hormat bendera, bukan ditampar. Itu makanya yang di berita itu kan lagi didalami oleh Propam, betul enggak ada peristiwa itu,” ucap Hadi.

Sebelumnya diberitakan, diduga akibat dipukul atasannya, dua anggota personel Polres Dairi menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, Senin (28/8/2023). Kedua personil tersebut yakni Bripka David Sitompul dan Bripka Hendrik Simatupang, dari satuan Intelkam Polres Dairi.

Melansir tribunmedan.com, Bripka David Sitompul menceritakan kronologi kejadian dugaan pemukulan tersebut berawal saat dirinya bersama personil lainnya dibariskan untuk ditampar oleh Kapolres Dairi sekitar pukul 05.00 WIB.

“Pas lagi kebersihan, dikumpulkan Kapolres Dairi. Jadi tiba-tiba memanggil personil Aipda Beni Marbun mempertanyakan kenapa menjawab seperti itu. Lalu kami ditampari semua,” ujar David.

Tiba saatnya David yang akan ditampar, dirinya kemudian mempertanyakan apa salah dirinya, sehingga harus ditampar. “Pas giliran setelah saya ditampar, saya tanya ‘apa salah kami komandan’ . Lalu pak Nainggolan (Kapolres Dairi) tidak terima dan langsung mau memukul saya,” jelas David.

David kemudian dibawa ke ruangan Propam untuk diamankan sementara. Tak sampai di situ, Kapolres Dairi kemudian mendatangi ruangan Propam dan kembali menghajar David hingga akhirnya dirawat di RSUD Sidikalang.

“Saya diamankan Kasi Propam ke ruangan Provost. Lalu kapolres masuk lagi ke ruangan (Provost). Di situ saya dijambak, kepala saya di kening dipukul, lalu pipi saya ditampar dua kali di kiri dan di kanan,” kata David.

Baca juga : Lantamal I Bantu Perbaiki Pintu Klep di Desa Paluh Kurau

Akibat dari kejadian itu, David yang saat ini sedang sakit saraf kejepit, langsung drop dan dilarikan ke RSUD Sidikalang. David sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pimpinannya tersebut.

Pasalnya, selama 17 tahun bertugas di Polres Dairi, baru kali ini dirinya dihajar saat bertanya apa salahnya kepada pimpinannya. “Saya saat ini sudah 17 tahun bertugas di Polres Dairi tidak pernah seperti ini tindakan yang diambil ketika anggota bertanya,” bebernya.

Hingga berita ini dilansir, belum ada tanggapan dari Kapolres Dairi, AKBP Reinhard H Nainggolan, terkait dugaan pemukulan tersebut. (KRO/RD/TRB)