Teror di Baleendah Bandung Bikin Pelajar Takut

23 views

RADARINDO.co.id – Bandung : Beberapa hari yang lalu, kerap terjadi Pelecehan Seksual di sekitar Baleendah, Kabupaten Bandung yang membuat khawatir para pelajar putri.

Pelakunya kerap memperlihatkan kemaluannya dan melempari korbannya dengan kotoran manusia yang hendak melintas di jalan Nusa Baru Rancamanyar, Kecamatan Baleendah.

Pemberitaan ini sempat diunggah di medsos termasuk di pasjabar.com tanggal 11 Maret 2022.

Sebenarnya kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah kecamatan Baleendah, tetapi pelakunya sulit ditangkap karena minimnya saksi.

Baca Juga : Minyak Goreng Itu Langka Ditahan Produsen Atau Dihilangkan?

Pelaku yang kerap melaksanakan niat jahatnya ditempat-tempat yang sepi dan menyasar pelajar putri atau perempuan yang sedang sendirian membuat para korban tidak bisa berbuat apa-apa.

Hukuman penjara bagi para pelaku penyimpangan seksual pun tidak memberi efek jera sehingga hukuman penjara bukanlah solusi bagi para pelaku karena setelah mereka bebas dari penjara perilaku menyimpang mereka malah semakin menjadi dan kasus ini seolah tak ada akhirnya.

Maka tidak aneh jika angka kasus penyimpangan seksual sangat tinggi dalam sistem kapitalis sekuler saat ini. Saat manusia sudah dipisahkan antara kehidupan dengan agamanya.

Menganggap bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk mengatur hidupnya, tidak mengimani adanya kolerasi antara dirinya dengan Tuhannya.

Dan akan adanya hari penghisaban dimana setiap perbuatan yang dia lakukan di dunia akan dihitung dan dimintai pertanggung jawabannya.

Disaat agama sudah tidak dijadikan pedoman bagi seseorang untuk membedakan mana yang benar dan salah, maka disaat itu pula seseorang akan berbuat sesuka hatinya tanpa seolah tidak ada zat yang mengawasi setiap perbuatannya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Allah telah melengkapi manusia dengan naluri (Ghorizah), salah satunya adalah naluri untuk melangsungkan keturunan (Ghorizah Nau).

Dimana apabila seseorang tidak bisa mengendalikan ghorizah ini maka dia akan cenderung memenuhi ghorizah nya dengan cara yang menyimpang.

Sungguh Islam telah mengatur bagaimana seseorang seharusnya memenuhi ghorizah nau nya tersebut.

Andai saja  syariat Islam menjadi standar perbuatan seorang muslim, dimana kewajiban seorang muslim adalah Taqwa yaitu menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan Allah SWT.

Ketika individu bertakwa, masyarakat melaksanakan dakwah, dan aktivitas amar makruf nahi mungkar menjadi tabiat mereka maka segala penyimpangan-penyimpangan seperti itu bisa dikendalikan.

Akan tetapi 2 unsur Individu dan masyarakat saja tidak akan mungkin bisa berjalan, tanpa peran negara didalamnya.

Negaralah yang paling bertanggung jawab mewujudkan sistem pendidikan dan tata pergaulan Islam sehingga akan tercipta individu-individu yang bertaqwa.

Negara bisa melakukan kontrol terhadap media yang mempertontonkan kemaksiatan karena tugas negara adalah menjaga generasi agar memiliki kepribadian Islam serta mencegah mereka melakukan kemaksiatan baik dalam skala individu maupun komunitas.

Disamping itu negara juga bertanggung jawab melaksanakan dan mewujudkan perlindungan dan keamanan bagi rakyatnya.

Karena hukum-hukum Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist dimana yang membuat hukum itu sendiri adalah Allah SWT yang maha Adil dan salah satu keistimewaan diberlakukannya sanksi hukum dalam Islam adalah sebagai  Zawâjir (pencegah) berarti dapat mencegah manusia dari tindak kejahatan.

Jika ia mengetahui bahwa membunuh maka ia akan dibunuh, maka ia tidak akan melakukan perbuatan tersebut. Juga sebagai Jawâbir (penebus) dikarenakan ’uqubat dapat menebus sanksi akhirat.

Baca Juga : Ditlantas Polda Sumut Laksanakan Gebyar Vaksinasi Presisi

Sanksi akhirat bagi seorang muslim akan gugur oleh sanksi yang dijatuhkan negara ketika di dunia.

Demikianlah Islam melaksanakan semua fungsi lapisan perlindungan, mulai dari individu, masyarakat, dan negara serta melaksanakan dan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh.

Telah terbukti dalam peradaban Islam selama 13 abad silam, sangat sedikit sekali kasus-kasus kriminalitas dan penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat muslim.

Sistem Islam mampu menciptakan masyarakat yang berbudi luhur, beradab, berakhlak mulia, dan berkepribadian unggul. Wallahualam bissawab.

(Tulisan: Vini Setiyawati/Email : vini.setiawati@gmail.com)