Ragam  

Ini Beberapa Kasus Malpraktik di Indonesia yang Sempat Bikin Geger

RADARINDO.co.id : Malpraktik merupakan salah satu kasus yang menjadi ancaman paling mengerikan dari proses pengobatan. Pasalnya, niat seseorang untuk berobat dengan harapan bisa sembuh dari sakit yang dideritanya, namun malah berujung pada sesuatu yang lebih parah.

Seperti yang menimpa seorang wanita bernama Selphie. Perempuan berusia 27 tahun tersebut harus kehilangan kedua indung telurnya akibat dugaan malpraktik yang dilakukan oleh seorang dokter di Rumah Sakit Grha Kedoya. Saat ini, kasus yang menimpa Selphie, tengah ditangani seorang pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Selphie bukanlah satu-satunya orang yang mengalami kasus malpraktik di Indonesia. Berikut beberapa kasus malpraktik di Indonesia yang paling mengerikan, seperti dilansir dari orami, Senin (05/12/2022).

Baca juga : Ngaku Janda dan Cinta Mati Pada Ferdy Sambo, Wanita Ini Rela Jadi Istri Kedua

Mengalami Infeksi Pasca Operasi Caesar

Seorang perempuan berusia 30 tahun di Bintan Utara Indonesia, mengalami infeksi pasca operasi caesar. Pasca operasi, perutnya berlubang dan mengeluarkan bau busuk. Diketahui, perempuan tersebut menjalani rawat inap selama 3 hari pasca operasi caesar.

Selama 3 hari dirawat inap, ternyata pihak rumah sakit tak memeriksa luka bekas operasi, bahkan tak mengganti perbannya. Setelah itu, ia mengeluh sakit di bagian perut. Saat dilihat, ternyata dinding perut wanita malang itu sudah basah dan menimbulkan bau bahkan berlubang.

Kesalahan Menangani Persalinan

Berikutnya, kasus malpraktik di Indonesia ini terjadi di Palembang. Sepasang suami istri harus menerima kenyataan pahit jika bayi mereka meninggal dunia usai dilahirkan dengan kondisi leher patah dan kulit terkelupas. Kondisi ini diduga terjadi karena kesalahan bidan dalam menangani proses persalinan sang istri.

Menurut keterangan, rupanya ini bukan kali pertama ada kasus bayi meninggal di tangan bidan tersebut. Pihak keluarga akhirnya melaporkan hal yang mereka alami ke pihak berwajib.

Kebutaan Pasca Operasi Usus Buntu

Nasib tragis dialami seorang anak berusia 14 tahun asal Nusa Tenggara Timur. Merasakan sakit perut dan dinyatakan usus buntu, namun malah menjadi korban salah satu kasus malpraktik di Indonesia.

Setelah menjalani operasi usus buntu, mata kanannya malah mengalami kebutaan. Padahal, sebelumnya kedua matanya baik-baik saja. Awalnya mata kanannya hanya bengkak. Ayah pasien pun mengeluhkan kondisi mata kanan anaknya yang mulai memburuk. Namun, lama-kelamaan penglihatan mata kanan sang anak tersebut benar-benar hilang.

Salah Obat

Awalnya, warga yang berprofesi sebagai petani di Kabupaten Bone ini memeriksakan diri dengan keluhan sakit di bagian kepalanya. Dokter pun memberikan obat berupa salep kepada pasiennya dengan cara mengoleskan salep kulit di bagian pinggir mata atas dan bawah. Tak lama setelah dioleskan, kedua matanya terasa panas dan tidak dapat melihat sama sekali.

Baca juga : Wakil Bupati Humbahas Hadiri Tahun Kesehatian HKBP Distrik III Humbang

Buta Setelah Lahir

Seorang ibu harus merasakan kesedihan karena terjadinya kasus malpraktik terhadap anak kembarnya. Dugaan kasus malpraktik di Indonesia ini menyebabkan salah satu anaknya menjadi buta.

Ibu bernama Juliana tersebut melahirkan 2 anak kembar prematur yang diberi nama Jared (1,5 kg) dan Jayden (1,3 kg). Karena lahir prematur, bayi kembar itu dirawat dalam inkubator selama 42 hari.

Kondisi fisik keduanya baik-baik saja, tapi mata keduanya bermasalah. Mata Jayden mengalami silinder 2,5 sedangkan Jared lebih parah karena kedua matanya buta.

Diduga, masalah kedua bayi tersebut terjadi karena dokter yang menanganinya kurang mengontrol bahkan tidak melakukan SOP. Jared diduga mengalami kebutaan fatal akibat kelebihan oksigen selama berada di inkubator ICU. (KRO/RD/Orami)