RADARINDO.co.id – Medan : Puluhan warga Jalan Garu VI Gang Seriti Medan Amplas, melakukan protes dan kecewa atas keberadaan tower SIT Simpang Limun. Pasalnya, warga mengaku telah dirugikan diduga akibat radiasi dari tower tersebut menyebabkan saluran TV rusak hingga tidak terpakai lagi.
Menurut keterangan warga, keberadaan tower SIT Simpang Limun, ternyata bukan menguntungkan masyarakat, melainkan malah sebaliknya, sangat merugikan.
Baca juga : Tim Medis UPT Pukesmas Pangkalan Baru Cek Kesehatan Anggota Koramil 06/SH

“Tanpa disadari bahwa tower yang didirikan di tengah pemukiman warga sangat merugikan dan meresahkan, karena TV milik puluhan warga mengalami kerusakan dan tidak dapat dipakai lagi. Diduga, hal itu akibat dari radiasi tower SIT yang berada di Jalan Garu VI Gg Seriti Medan Amplas,” ujar Heri salah seorang warga setempat kepada RADARINDO.co.id, Selasa (27/12/2022) sore.
Menurutnya, terkait hal tersebut warga sudah pernah melaporkan kepada pihak Telkomsel, namun belum mendapat tanggapan serius. Selain resah akibat kerusakan barang-barang elektronik, warga juga takut jika sewaktu-waktu tower SIT Simpang Limun mengalami roboh dan menimpa apa saja yang berada didekat tower, termasuk rumah dan kenderaan bahkan warga setempat.
Pihak Telkomsel sudah melakukan pertemuan dengan warga, disalah satu rumah warga yang menjadi korban radiasi tower SIT Simpang Limun. Pihak Telkomsel kemudian melakukan indentifikasi barang-barang warga yang rusak akibat radiasi tower.
Baca juga : Korupsi Asuransi Jiwasraya dan Asabri Rp23 Triliun Seret Dua Bersaudara
Pihak Telkomsel pun telah berhasil menginventarisasi dengan baik. Namun warga kembali dikecewakan, karena hingga kini pihak Telkomsel cuma menginventarisasi saja dan tidak melakukan realisasi apapun.
Warga Jalan Garu VI yang telah menjadi korban radiasi Tower SIT Telkomsel, menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat, pihak Telkomsel tidak segera melakukan perbaikan, maka warga akan mengambil tindakan serius terhadap pihak Telkomsel. Hingga berita ini dilansir, pihak pimpinan managemen Telkomsel belum dapat dikonfirmasi. (RDO/RD/Heri)







