Medan  

Polisi Dilempari Batu Saat Gerebek ‘Kampung Narkoba’ di Medan

Polisi dilempari batu saat gerebek kampung narkoba di Medan.

RADARINDO.co.id – Medan : Sebuah video yang menayangkan penggerebekan ‘kampung narkoba’ di Kota Medan, Sumatera Utara, viral. Penggerebekan terjadi di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (28/5/2026).

Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga dan keluarga pelaku nekat melempari anggota polisi dari Polda Sumatera Utara (Sumut) dengan batu dan kayu. Akibat aksi anarkis tersebut, sejumlah anggota polisi mengalami luka-luka, fasilitas kendaraan operasional rusak.

Baca juga: Pemilik New Zone Medan Buron Kasus Dugaan Peredaran Narkoba

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, peristiwa ini bermula saat petugas Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan strategi undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli untuk memancing target operasi, yaitu Apeng.

“Petugas melakukan undercover buy atau penyamaran sebagai pembeli narkoba. Setelah transaksi terjadi, tim langsung melakukan penindakan,” kata Ferry dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (30/5/2026).

Dari tangan pelaku Apeng, polisi sebenarnya telah berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 2,45 gram. Namun, situasi di lokasi penggerebekan narkoba di Medan tersebut mendadak berubah mencekam sesaat setelah penangkapan dilakukan.

“Personel mendapat perlawanan dari pelaku, kemudian keluarga dan warga sekitar ikut melakukan pelemparan batu ke arah petugas,” ujar Ferry.

Memanfaatkan situasi yang chaos dan ricuh akibat hujan batu tersebut, Apeng berhasil melepaskan diri dari kawalan petugas dan kabur dari lokasi kejadian.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Polda Sumut langsung berkoordinasi dan meminta bantuan personel Brimob Polda Sumut serta Polsek Medan Kota untuk melakukan pengamanan ketat serta penyisiran di Jalan Multatuli Medan.

Baca juga: Bank Sumut Jadi Sponsor Utama Piala AFF U19 2026, Ketua Umum PSSI Beri Apresiasi

Dari hasil penyisiran pasca kericuhan tersebut, polisi berhasil mengamankan enam orang warga yang diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan dan upaya menghalangi petugas. Keenam pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MRS, DP, AP, FH, RR, dan RZ.

Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan tes urine, terungkap fakta mengejutkan bahwa keenam warga yang membela bandar sabu tersebut ternyata juga merupakan pengguna aktif narkoba.

“Berdasarkan hasil tes urine, keenam orang yang diamankan seluruhnya positif amphetamine atau narkotika jenis sabu,” ungkap Ferry. (KRO/RD/KM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *