Medan  

Ratusan Warga dan Ojol Terima Sembako, Ketua PITI Sumut : Jadilah Kita Golongan Orang Berfikir

RADARINDO.co.id-Medan: Bulan suci Ramadhan 1444 H/ 2023, merupakan momen penting dalam hidup untuk saling instropeksi diri. Sehingga kita menjadi salah satu umat pilihan Allah SWT yang berfikir dan golongan yang pandai bersyukur, bersabar dan ikhlas.

Demikian dikatakan Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut, Tan David Sulaiman, usai menyerahkan acara Berbuka Puasa Bersama (Bukber) Jumat (14/04/2023) malam.

Baca juga : Bulan Suci Ramadhan Bersama Ketua PITI Sumut : Allah Hanya Melihat Hatimu

“Agar kita lebih istiqomah menjalankan ibadah sholat maupun puasa. Namun tidak boleh melupakan sedekah agar bisa membantu anak yatim, fakir miskin dan kaum duafha”, ujar Ketua PITI Sumut Tan David Sulaiman yang juga Ketua Dewan Pembina/ Penasehat DPW IWOI Sumut, usai menyerahkan 80 paket sembako kepada driver Ojol dan puluhan warga kurang mampu.

Ketua PITI Sumut, Tan David Sulaiman, selain memberikan bantuan sembako (beras, gula, minyak goreng) ia juga menyediakan paket makan minum untuk Berbuka Puasa Bersama (Bukber) serta memberikan kain sarung, sirup, qurma, peci, Alquran dan uang tunai.

Sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW maka kita mencintai ajaranya. Karena Islam agama yang membawa Rahmad bagi semesta alam, maka pola fikir dan prilaku kita jangan keluar dari ajaran Alquran dan Hadist.

Terlebih -lebih menghadapi era digital saat ini. Kitab suci Alquran tidak akan pernah lekang oleh perubahan zaman. Karena redaksinya langsung disusun Allah SWT tidak ada campur tangan manusia manapun.

“Kita selalu diingatkan dalam Alquran, sisihkan sebagian rezeky mu untuk orang lain. Selagi kita masih diberi kesempatan untuk bisa membantu orang dalam kekurangan lakukan. Bersedekah tidak harus menunggu kaya,” ujar Ketua PITI Sumut, Tan David Sulaiman.

Saat ini banyak orang yang sudah kehilangan akal sehatnya, bahkan mereka rela merendahkan martabat dirinya sendiri, dengan cara menumpuk- numpuk harta tapi pelit bersedekah, ujar pria berhati dermawan yang biasa dipanggil Ko David.

“Kalau mau bersedekah tidak perlu menunggu kaya. Karena tidak sedikit orang mau bersedekah karena ada kepentingan. Supaya bapak ibu tahu saya bersedekah bukan mau cari nama atau mencari pahala. Saya ikhlas, karena seseorang masuk surga itu bukan karena banyak ibadah tapi karena Rahmad Allah SWT,” ujarnya dengan nada tegas.

“Kalaulah boleh jujur, orang miskin dilingkungan kita itu hanya 10 persen tapi yang berpura-pura miskin ada 90 persen,” tegas Tan David Sulaiman didampingi Kordinator PITI Sumut, Sugiarto.

Oleh karena itu, menolong orang lain yang sedang dalam kekurangan tidak mesti menunggu di bulan puasa. Kembali kepada niat seseorang, katanya lagi.

Baca juga : PT Abdi Budi Mulia Salurkan 600 Paket Sembako

Karena tidak sedikit seseorang mengaku beriman tapi hakekatnya ia masih egois dan munafik. Kenapa saya katakan demikian, karena banyak orang kaya tidak lepas ibadahnya wajib dan sunat. Tapi naluri kemanusiaan tergolong rendah.

“Apalagi di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan pengampunan ini, marilah kita sisihkan sebagian rezeky untuk membantu saudara kita yang nasib mereka belum beruntung. Bersedekah itu tidak harus menunggu kaya,” ujarnya kepada RADARINDO.co.id.

Bagi saya, ujarnya lagi, bahwa Islam itu indah dan harus membawa kedamaian sumua umat manusia. Makanya kita jangan melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri apalagi orang lain, tutur dengan nada optimis. (KRO/RD/GIARTO)