PTPN II Kebun TGP Mirip Hutan Biaya Pemeliharaan Diduga Diselewengkan

RADARINDO.co.id – Deli Serdang : Biaya pemeliharaan kebun sawit PTPN II kebun TGP mirip hutan miliaran rupiah menguap. Satu per satu warga mulai angkat bicara. Pasalnya, statemen manajer PTPN II Kebun TGP, Hilarius Manurung mengatakan akibat kesulitan tenaga kerja khususnya tahun 2022. Karena pada saat yang sama juga dilakukan TU atau tanaman ulang di beberapa afdeling. Biaya pemeliharaan diduga diselewengkan.

Baca juga : Acemana Gak Rugi PTPN II, Jawaban Manager TGP Bikin Kaget

Sumber sangat menyesalkan pernyataan manajer karena dinilai terlalu mengada ngada. Sementara Mandor kebun Wageono belum lama ini ada memberhentikan pekerja wanita atau PKWT, tanpa alasan yang jelas.

Mandor harian kebun TGP Afd ll, Wageono dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik. Karena penyemprot rumput dikerjakan dari jalan hanya lima pokok tanaman sawit tahun 2018 yang sudah produksi untuk melihat dari jalan hanya di depan mata saja yang bersih ternyata di dalam seperti hutan sesuai dalam foto blok 2 AFD ll TGP.

“Artinya, biaya pemeliharaan di PTPN II kebun TGP diduga tidak dikerjakan. Kemana anggaran biaya pemeliharaan tersebut setiap tahunnya”, ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sebelumnya, sumber juga menuding bagaima perusahaan gak rugi perusahaan BUMN perkebunan kalo gini cara urus sawitnya. Sawit tak mungkin berbuah karena semak rumput tak dipupuk. Padahal anggaran setiap tahun besar.

Aku curiga kerja oknum manajer PTPN II Kebun TGP, Askep, Kabag tanaman mau GM tak beres, maka tidak hanya dievaluasi tapi harus dimintai pertanggungjawaban.

Baik secara internal maupun eksternal. Mereks kerja dibayar perusahaan kok malah bikin rugi. Terus kemana dana pemeliharaan dan perawatan kebun setiap tahun miliaran rupiah.

Manajer PTPN II Kebun TGP belum menjawab konfirmasi, berapa alokasi biaya untuk pemeliharaan dan perawatan tanaman sawit di kebun TGP tahun 2022 dan 2023. Mulai pupuk sampai pembersihan atau pembayaran rumput.

Apakah dana yang dialokasikan di RKAP itu sudah layak atau sangat tidak layak sehingga perlu ditambah. Sumber kami mengatakan bahwa oknum manajer PTPN II Kebun TGP diduga melakukan tindak pidana korupsi mencapai miliaran rupiah. Akibatnya, salah satu kondisi tanaman sawit di Afd II mengenaskan.

Artinya tanaman sawit gagal panen yang menyakinkan kerugian perusahaan. Maksudnya oknum manajer bersama Askep tanaman, GM dan Kabag Tanaman layak untuk dimintai pertanggungjawaban. Maka guna menjunjung tinggi azas praduka tidak bersalah, sehingga publik dapat mengetahui sesuai fakta, maka sepantasnya Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. Mohon jelaskan.

Baca juga : Bupati Samosir Serahkan Remisi untuk Warga Binaan Lapas Kelas III Pangururan

Manajer PTPN II Kebun TGP, Hilarius Manurung, kepada RADARINDO.CO.ID mengatakan antara lain: Selamat pagi Bang
Salam kenal. Menurut saya Bang, itu terjadi karena kesulitan tenaga kerja khususnya di tahun 2022, karena pada saat yg sama juga dilakukan TU atau tanaman ulang di beberapa afdeling.

Namun saat ini keadaan itu sudah hampir tuntas kami buat. Tanaman sdh dipanen sejak Bulan januari yg lalu.
Namun demikian saya akan telaah dulu secara detail kondisi yg abang kirim kesaya, dan akan sy konfirmasi lebih lanjut. Demikian Bang. Terima kasih. (KRO/RD/TIM)