Acemana Gak Rugi PTPN II, Jawaban Manager TGP Bikin Kaget

187

RADARINDO.co.id – Medan : Bagaimana tidak rugi jika perusahaan BUMN perkebunan begini cara urus sawitnya. Sawit tak mungkin berbuah karena semak rumput tak dipupuk. Padahal anggaran setiap tahun besar.

“Aku curiga kerja oknum Manager PTPN II Kebun TGP, Askep, Kabag Tanaman dan GM tak beres, maka tidak hanya dievaluasi tapi harus dimintai pertanggungjawaban. Baik secara internal maupun eksternal. Mereka kerja dibayar perusahaan kok malah bikin rugi. Terus kemana dana pemeliharaan dan perawatan kebun setiap tahun miliaran rupiah,” ungkap salah seorang sumber kepada RADARINDO.co.id sembari memberikan gambar kebun kelapa sawit yang mirip tak terawat.

Baca juga : Lulusan Paket B PKBM Ziona Lanjut ke SMK Negeri


Manajemen RADARINDO.co.id menyampaikan konfirmasi kepada oknum Manager PTPN II Kebun TGP Hilarius Manurung via WA/HP 0811658XXXX dan 08137599XXXX telah memberikan jawaban.

Sebelumnya sumber menuding pimpinan manajemen PTPN II Kebun TGP diduga menggelapkan dana pemeliharaan dan perawatan kebun sawit mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Berikut konfirmasi berita disampaikan ke oknum manajer TGP antara lain:

1. Mohon jelaskan berapa Alokasi biaya untuk pemeliharaan dan perawatan tanaman sawit di kebun TGP tahun 2022 dan 2023.  Mulai pupuk sampai pembersihan atau pembayaran rumput. Mohon jelaskan.

2. Sejak bapak menjawab sebagai manajer kebun TGP apakah dana yg dialokasikan di RKAP itu sudah layak atau sangat tidak layak sehingga perlu ditambah?  Mohon jelaskan.

3. Sumber kami mengatakan bahwa oknum manajer PTPN II Kebun TGP diduga melakukan tindak pidana korupsi mencapai miliaran rupiah. Akibatnya, salah satu kondisi tanaman sawit di Afd II mengenaskan (Gambar Kebun Sawit Terlampir). Artinya tanaman sawit gagal panen yang menyakinkan kerugian perusahaan. Maksudnya oknum manajer bersama Askep tanaman, GM dan Kabag Tanaman layak untuk dimintai pertanggungjawaban. Maka guna menjunjung tinggi azas praduka tidak bersalah, sehingga publik dapat mengetahui sesuai fakta, maka  sepantasnya Aparat Penegak Hukum  (APH) segera melakukan penyelidikan dan penyidikan. Mohon jelaskan.

KESIMPULAN:

1. Konfirmasi ini kami sampai berdasarkan data disampaikan sumber.

2. Mohon berikan jawaban dan atau tanggapan secara jujur dan transparan untuk kami jadikan materi pemberitaan yang berimbang sesuai UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

3. Mohon berikan jawaban yang jujur dan transfaran guna menghindari sanksi dan ancaman memberikan keterangan bohong atau palsu.

4. Sampaikan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas pemberitaan yang dianggap telah merugikan nama baik.

Baca juga : Dampak El Nino, FAO Serukan Setiap Negara Akan Hadapi Krisis Pangan Beras Naik

Medan, 16 Agustus 2023, RADARINDO.co.id, tertanda Pemimpin Redaksi. Berikut jawaban konfirmasi disampaikan manajer PTPN II Kebun TGP, Hilarius Manurung, kepada RADARINDO.co.id antara lain: Selamat pagi Bang, Salam kenal. Menurut saya Bang, itu terjadi karena kesulitan tenaga kerja khususnya di tahun 2022, karena pada saat yang sama juga dilakukan TU atau tanaman ulang di beberapa afdeling.

Namun saat ini keadaan itu sudah hampir tuntas kami buat. Tanaman sdh dipanen sejak Bulan januari yang lalu. Namun demikian saya akan telah dulu secara detail kondisi yg abang kirim kesaya, dan akan saya konfirmasi lebih lanjut. Demikian Bang. Terimakasih. (KRO/RD/TIM)