Ragam  

Wanita 21 Tahun Ngeluh Tak Pernah Menstruasi, Ternyata Lantaran Ini

RADARINDO.co.id – Medan : Menstruasi merupakan “tamu” bulanan yang selalu dialami setiap wanita normal yang sedang tidak hamil. Namun, baru-baru ini, seorang wanita muda berusia 21 tahun, mengaku syok lantaran dirinya tidak pernah mendapat “tamu bulanan” tersebut.

Kisah tak biasa yang viral di medsos tersebut diceritakan oleh seorang dokter bernama Ibnu Syamsu di media sosial TikToknya. Ibnu Syamsu mengatakan, saat usia 19 tahun wanita tersebut pernah datang ke puskemas, dengan keluhan tak pernah menstruasi.

Baca juga: Janda Meninggal Dunia Usai Hubungan Intim dengan Perangkat Desa

Normalnya seorang perempuan mengalami menstruasi di rentang usia 13-15 tahun. Dokter lalu menyarankan wanita tersebut untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. “Suatu hari datang gadis 19 tahun dengan keluhan tidak pernah haid sekalipun, kita terkejut,” ucap dokter Ibnu Syamsu, mengutip tribunmedan, Sabtu (26/10/2024).

Saat usianya menginjak 21 tahun, wanita itu datang lagi ke Puskemas dengan keluhan yang sama. Rupanya wanita tersebut tak menuruti ucapan dokter Ibnu Syamsu dua tahun lalu. “2 tahun berlalu pasien datang lagi, keluhan tetap sama belum haid juga. FYI dia tetap tidak pergi ke SpOG,” kata dokter Ibnu Syamsu.

Dokter Ibnu Syamsu mengatakan, selama ini wanita tersebut menutupi kondisinya dari semua orang, termasuk orangtuanya. “Sekarang dia rencana mau menikah. Orangtuannya menangis memohon penyembuhan anaknya, rupanya sang anak tidak ada bilang sama ibunya,” imbuhnya.

Akhirnya, wanita tersebut menuruti ucapan dokter Ibnu Syamsu, dengan mendatangi dokter spesialis kandungan ditemani orangtuanya. Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh, baru ketahuan ternyata wanita itu mengalami agnesia uterus dan atrofi ovarium .

“Secara fisik pasien ini sama dengan wanita normal. Hal mengejutkan akhirnya ditemukan, di RS pasien diperiksa lengkap. USG, CT Scan, bahkan MRI. Hasilnya rahim atau uterus tidak ditemukan, ‘agnesia uterus, atrofi ovarium’,” sebutnya.

Baca juga: Kasusnya Viral, Restoran Tempat Agus Bekerja Kena Imbas

Dijelaskannya, agenesis uterus adalah kelainan bawaan yang menyebabkan rahim tidak terbentuk atau tidak berkembang sempurna. Kelainan ini juga dikenal sebagai agenesis Müllerian.

Agenesis uterus terjadi ketika sistem reproduksi bayi tidak berkembang sepenuhnya di dalam rahim. Namun, penyebab kelainan ini belum diketahui.

Sedangkan atrofi ovarium atrofi ovarium adalah kondisi ketika ovarium menyusut atau ukurannya berkurang. Atrofi ovarium terjadi ketika jaringan ovarium kehilangan fungsi dan struktur normalnya, sehingga produksi hormon berkurang dan sel-sel ovarium yang sehat hilang. (KRO/RD/Trb)