Oknum Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan Aktivis Lingkungan di Teluk Bintuni

RADARINDO.co.id – Papua : Aktivis lingkungan di Kabupaten Teluk Bintuni, berinisial SA menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama. Dalam peristiwa yang terjadi di Kafe Cenderawasih, Teluk Bintuni, Jum’at (20/12/2024) lalu itu, oknum polisi berinisial DS diduga terlibat pengeroyokan.

Dalam video yang beredar dan viral tersebut, DS diduga terlibat malakukan aksi pengeroyokan bersama sejumlah orang lainnya. DS beralasan kalau dirinya saat itu hanya ingin melerai keributan antara korban dan empat pelaku lainnya.

Baca juga: Lima Tersangka Korupsi dan TPPU Duta Palma Dilimpahkan

“Menahan 5 orang pelaku dengan inisial FW, MK, LA, BH dan DS salah satu oknum anggota Polri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kanit II Sat Reskrim Polda Papua Barat, Ipda Muhammad Ilham, melansir detiksumut, Selasa (24/12/2024).

Dari pengakuan DS, dirinya hanya ingin melerai keributan yang terjadi itu. Saat itu DS terjatuh diduga karena didorong, hal itu yang membuatnya ikut melakukan pemukulan ke korban. “Awalnya niat DS meleraikan pertikaian itu, namun karena jatuh yang bersangkutan melakukan pemukulan sebanyak satu kali,” ucapnya.

Saat itu, DS diduga dalam pengaruh minuman keras (miras). Korban dianiaya para pelaku menggunakan kepalan tangan, batu dan balok kayu. “Antara pelaku dan korban berdasarkan keterangan bahwa sama-sama mengkonfirmasi minuman keras,” bebernya.

Baca juga: Sekjend PDIP Dikabarkan Jadi Tersangka Dugaan Suap

Propam Polda Papua Barat sudah memeriksa DS usai ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Propam akan memproses sanksi untuk DS setelah ada putusan pengadilan. (KRO/RD/Dtk)