RADARINDO.co.id – Aceh : Para pendulang emas, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tak kuasa menahan air mata setelah keluar instruksi dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, untuk menutup seluruh aktivitas tambang emas di Aceh.
Baca juga: Ngaku Nyesal Tarik ID Istana Wartawan CNN, Biro Pers: Tak Akan Terulang
Pasalnya, tambang emas yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga para pendulang di Nagan Raya, khususnya kaum ibu, terancam berhenti total.
Padahal, perputaran uang dari hasil tambang emas membuat daya beli di pasar-pasar UMKM meningkat pesat. Bahkan, pembangunan masjid seperti Agoi dan Blang Lemak yang menelan biaya miliaran rupiah, juga merupakan swadaya masyarakat tambang, walaupun ada bantuan dari pemerintah.
“Tak hanya itu, sebagian perbaikan jalan, dan fasilitas umum lainnya, dikerjakan dari hasil sumbangan para pendulang emas,” ungkap masyarakat setempat, dikutip, Senin (29/9/2025).
Tambang emas di Nagan Raya juga tidak dikuasai oleh pengusaha luar daerah. Seluruh unit excavator yang beroperasi merupakan milik warga lokal, yang dibeli secara patungan, bahkan sebagian besar di kredit oleh kelompok ibu-ibu pendulang emas.
Warga berharap, Pemerintah Aceh mencabut instruksi penutupan tambang emas, serta memberikan pembinaan agar aktivitas tambang emas bisa berjalan sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan.
Baca juga: Polisi Tetapkan Wagub Babel Tersangka Dugaan Penipuan
“Kalau tambang ditutup, bagaimana kami bisa menyekolahkan anak-anak kami dan membiayai kebutuhan sehari-hari?. Hidup kami sudah bergantung disini,” ucap seorang ibu pendulang emas sambil meneteskan air mata. (KRO/RD/ib)







