RADARINDO.co.id – Jakarta : Bank BUMN yang mendapatkan kucuran dana total Rp200 triliun, “diultimatum” agar tidak menggunakan bantuan tersebut untuk membeli dilar AS. Dana tersebut harus disalurkan untuk perputaran kegiatan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Mulai Februari 2026, Pedagang Online Akan Dikutip Pajak
“Waktu saya ke Mandiri saya tanya, berapa pertumbuhan kredit anda sekarang?. Sebelumnya 8%, begitu saya diinject, naik 11%. Dia tanya ke saya, boleh nggak saya kasih uang itu ke properti dan otomotif. Saya bilang boleh aja, nggak ada urusan, yang penting jangan beli dolar ya,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Investor Daily Summit 2025, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (09/10/2025).
Purbaya berjanji akan mengambil langkah tegas jika Bank BUMN berani membeli dolar AS menggunakan dana pemerintah tersebut. “Kalau beli dolar AS saya sikat. Saya juga penguasa Danantara, bisa nyikat,” tegas Purbaya.
Dalam datanya, dari Rp200 triliun yang disebar ke 5 Bank, telah terealisasi Rp112,4 triliun dalam bentuk kredit kepada masyarakat.
Diketahui, dari total Rp200 triliun dana pemerintah, Bank Mandiri mendapatkan Rp55 triliun telah merealisasikan Rp40,6 triliun. BRI mendapat Rp55 triliun sudah terealisasi Rp33,9 triliun.
Baca juga: 18 BUMN Logistik Akan Dikonsolidasi Jadi Satu Holding
BNI mendapat Rp55 triliun sudah terealisasi Rp27,6 triliun. BTN mendapatkan Rp25 triliun, baru terealisasi Rp4,8 triliun, dan Bank Syariah Indonesia mendapatkan Rp10 triliun, sudah terealisasi Rp5,5 triliun. (KRO/RD/dtk)







