Bisa Perpendek Umur, Hindari Kebiasaan Ini

101

RADARINDO.co.id : Umur seseorang hanya Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahui kapan akan berakhir (meninggal). Namun, ada kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele, namun diyakini bisa memperpendek usia manusia.

Sebagian orang memahami kebiasaan seperti malas gerak alias mager, merokok, dan pola makan asal-asalan berdampak pada kesehatan. Secara tidak langsung, kebiasaan buruk ini bakal memangkas usia seseorang. Melansir cnnindonesia.com, berikut kebiaasaan yang tampak sepele namun bisa perpendek umur.

Baca juga : KPK Geledah Kantor Walikota Bima, Kasus Apa?


Begadang

Banyak orang dewasa tidak mendapat tidur yang cukup. Sebagian memang susah tidur, sedangkan sebagian lainnya sengaja mengurangi porsi tidurnya karena berbagai alasan. Menurut riset di jurnal Sleep, tidur kurang dari enam jam semalam membuat 12 persen lebih mungkin meninggal sebelum waktunya dibanding seseorang yang tidur hingga 8 jam.

Terlalu banyak tidur

Tidur sebaiknya cukup, tidak kurang, dan tidak berlebihan. Tidur berlebihan berdampak buruk terhadap kesehatan seperti halnya kurang tidur. Studi yang diterbitkan di jurnal PLOS One, orang yang tidur lebih dari 9 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami pemangkasan usia.

Terlalu sering chatting

Bukan soal percakapan atau chatting-nya, tapi ini soal penggunaan ponselnya. Menggunakan ponsel berlebihan akan memicu nyeri pada leher, pundak, kepala, dan punggung. Postur tubuh abnormal yang berkepanjangan telah terbukti menurunkan umur dengan memberikan tekanan pada organ dalam, pembuluh darah, dan saraf.

Banyak duduk

Aktivitas duduk terlihat tidak membahayakan tapi sebenarnya menyimpan bom waktu. Kurang gerak bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan jadi kebiasaan yang memperpendek umur.

Baca juga : Air Jadi Benda Langka, Warga di Desa Ini Ngaku Seminggu Tak Mandi

Memendam amarah

Kemarahan bisa menjadi salah satu emosi yang sulit dilepaskan. Kortisol adalah hormon yang terlepas saat Anda stres atau marah. Saat kadarnya berlebihan, kortisol bisa mempengaruhi kesehatan jantung, metabolisme, dan sistem imun. (KRO/RD/CNN)