Bulan Purnama di Laut Lepas Menyimpan Fenomena, Maha Besar Yaa Rabb

319

RADARINDO.co.id – Medan : Fenomena supermoon atau bulan purnama menarik keindahannya. Subahanallah, sungguh maha besar ya Allah. Terucap tatkala menyaksikan fenomena itu.

Setiap bulan purnama menjadi pemandangan antariksa menarik bagi semua orang. Ada kisah di balik asal-usul nama strawberry supermoon atau bulan purnama strawberry supermoon.

Nama strawberry supermoonĀ antara lain berasal dari penduduk asli Benua Amerika. Mereka menamakannya demikian karena bulan Juni merupakan waktunya memanen stroberi liar di wilayah Amerika Utara.

Baca JugašŸ‘‰šŸ»MSAS Pria Diduga Cabuli Santrinya Akhirnya Menyerahkan Diri

Bulan purnama Juni dinamai dalam bahasa Inggris sebagai ‘Bulan Stroberi’ oleh beberapa masyarakat adat termasuk orang-orang Algonquin, Ojibwe, Dakota, dan LakotaĀ untuk menandai panen stroberi.

Demikian dikatakan Catherine Boeckmann senior editor digital untuk situs web The Old Farmer’s Almanak dikutip Newsweek.

Beberapa penduduk asli Amerika lain juga memberi nama yang berbeda untuk bulan purnama Juni, termasuk Bulan Mekar (Anishinaabe), Bulan Hoer (Abenaki Barat), Bulan Kelahiran (Tlingit), Bulan Peletakan Telur atau Bulan Penetasa (Cree).

Bulan purnama adalah fase bulan yang terjadi kira-kira sekali setiap bulan, ketika bulan terletak berlawanan dengan Matahari-Bumi.

Konon katanya, selama fenomena bulan purnama berlangsung, sisi bulan yang menghadap ke Bumi terang seutuhnya, dan muncul menjadi pemandangan bulan dengan lingkaran sempurna. Demikian dikutip dari Almanac.

Pada fenomena Supermoon, bulan tampak sedikit lebih signifikan daripada bulan purnama biasa, yakni 30 persen lebih terang dan 17 persen lebih besar.

Namun, perbedaan itu tidak kentara jika tanpa pemantauan teleskop. Serta dapat disaksikan mata telanjang.

Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

Hal ini dikatakan Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang seperti dikutip situs resmiĀ BRIN.

Baca JugašŸ‘‰šŸ»Ngeri, Pri Bau Kencor Ini Sudah Tahu Enak Malah Peloroti Celana Tantenya Sendiri

Seperti yang terjadi pada 29 Juni 2022, pukul 09.52 WIB/ 10.52 WITA/ 11.52 WIT, pada jarak 406.569 KM. Lalu, untuk Purnama Rusa Super akan terjadi pada 14 Juli 2022, pukul 01.57 WIB/ 02.57 WITA/ 03.57 WIT, pada jarak 357.418 KM.

Keindahan fenomena bulan purnama diakui masyarakat dunia. Meski dapat menyaksikan diatas laut lepas.

(KRO/can/lth)