Diminta Hormati Penghuni Alam, Alat Berat Crane Proyek Tano Ponggol Tumbang Korban Luka Berat

104 views

RADARINDO.co.id-Samosir: Warga Kabupaten Samosir digegerkan tumbangnya alat berat crane yang mengerjakan proyek jembatan Tano Ponggol di Samosir.

Kejadian tersebut spontan mengundang kerumunan warga menyaksikan alat berat jenis crane yang terjunggal. Akibatnya seorang pekerja mengalami luka serius.

Masyarakat yang ada di sekitar pembangunan jmbatan Tano Ponggol membantah ada angin kencang pada waktu kejadian sehingga trane terbalik, Rabu (21/09/2022) sekira pukul 10.30 Wib.

Baca juga : Polsek Siak Hulu Polres Kampar Laksanakan Penyuluhan UU ITE di SMAN 2


“Kami tidak percaya omongannya PT. WIKA katanya alat berat tumbang karena angin kencang,” ujar sumber warga.

Masyarakat yang berada di sekitar proyek pengganti jebatan Tano Ponggol membantah keterangan dari Pihak PT. Wijaya Karya (WIKA) Tbk yang mengatakan terbaliknya alat berat Crane di akibat oleh angin kencang.

“Itu tidak benar. Dari dulu disini pun banyak angin kenapa angin pulak yang disalahkan. Yang betul saja kalau ngomong,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Hal yang sama di disampaikan Sasnaek Naibaho pada wartawan, Selasa (20/9) lewat pesan WhatsAppnya mengatakan bahwa tidak ada angin kencang di seputaran lokasi proyek pada saat kejadian.

“Apalagi untuk menumbangkan alat berat itu tidak benar,” ujar Sasnaek Naibaho.

Ia juga meminta pihak perusahaan jangan membuat alasan yang menyalahkan alam sebagai penyebab kecelakaan kerja, melainkan karena kesalahan manusia.

“Nanti alam jadi marah kepada kita, jangan begitulah, “jelasnya lagi sesuai diunggah sejumlah media.

Menurutnya, ada upaya pengalihan kesalahan manusia menjadi kesalahan alam.

Sasnaek juga menyediakan apabila perusahan menyakini dan mengalihkan kesalahannya dari alam, dirinya meminta agar PT Wijaya Karya Tbk juga harus bersahabat dengan alam.

“Termasuk juga menghormati penghuni alam yang diyakini masyarakat sekitarnya proyek,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan sumber, akibat kecelakaan kerja proyek Jembatan Tano Ponggol, 1 orang pekerja laki-laki atas nama Dimas Firmansyah (19) Asal Desa Parbahingan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, mengalami luka yang cukup serius di paha kaki sebelah kiri dan sudah dilarikan ke RSUD dr. Hadrianus Sinaga Pangururan.

Menurut keterangan PT Wijaya Karya Tbk melalui Pelaksana Lapangan Trio memberikan keterangan pada hari Senin (19/9/2022) menyebutkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wib dengan diakibatkan angin kencang dilokasi proyek.

Baca juga : Bupati Tapsel : Koperasi Syariah Maupun Baitul Maal Wattamwil Dapat Sejahterakan Anggota BKMT

“Alat Crane itu sedang proses membongkar barang, material yang diatas itu sudah kita turunkan dengan panjang kurang lebih 20 meter, itu mau di mobilisasi istilahnya dipulangkan karena pekerjaan sudah selesai,” ujar Trio.

Dengan alasan angin kencang dilokasi proyek, Trio menyebutkan hal tersebut menyebabkan Crane yang berukuran besar dapat teguling.

“Waktu penurunan disitu tiba-tiba ada angin kencang yang sebelumnya kita sudah memprediksi bahwa angin”, ucap Trio.

Menurutnya, korban kecelakaan kerja yang bertugas sebagai Helper Crane, terkena tumpukan kayu yang dibuat sebagai landasan Crane dan mengenai kaki dan tangannya.(KRO/RD/P.Simbolon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini