RADARINDO.co.id – Medan : Eks Marinir, Serda Satria Arta Kumbara, bergabung menjadi pasukan bayaran Rusia (mercenaries) serta ikut berperang melawan Ukraina. Dalam akun media sosialnya, Satria bergabung ke Russian Special Military Operations.
Terkait hal itu, TNI AL memastikan, Serda Satria Arta Kumbara yang dulu bertugas di Korps Marinir Indonesia telah dipecat. “Serda Satrya desersi terhitung mulai tanggal 13 Juni 2022 sampai sekarang,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksma I I Made Wira Hady Arsanta Wardhana di Jakarta, Jum’at (09/5/2025).
Baca juga: Terbengkalai, Plaza Tembilahan Jadi “Sarang Hantu”
Menurut Wira, Serda Satriya disidang tanpa kehadiran karena alasan desersi. Dia pun diputus in absentia Dilmil II-08 Jakarta dengan nomor putusan No. 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023 tanggal 6 April 2023 dan Akta Berkekuatan Hukum Tetap No. AMKHT/56-K/PM.II-08/AL/IV/2023 tanggal 17 April 2023.
Dia dipenjara satu tahun atas tindakannya tersebut dengan oditur I Made Adnyana, S.H. Serda Satriya juga masih terkena hukuman tambahan dipecat dari TNI AL.
Momen menghilangnya Serda Satria bertepatan dengan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Setelah menghilang tak pernah masuk kantor. Kini terjawab alasannya, Serda Satriya ternyata bergabung menjadi tentara dibawah naungan Presiden Vladimir Putin.
Sementara, Satria Arta Kumbara membantah sebagai tentara bayaran (mercenary) Rusia. Dia mengaku, direkrut secara resmi hingga bergabung menjadi tentara Rusia untuk berperang di garda terdepan melawan Ukraina.
“Saya bukan tentara bayaran, saya tentara organik di AD (Angkatan Darat) Rusia,” kata Satria dalam klarifikasi yang dilansir dari republika, Sabtu (10/5/2025).
Bintara jebolan Marinir TNI AL itu mengaku, saat ini sedang ditugaskan Rusia untuk berperang melawan Ukraina. “Saat ini, posisi saya di Ukraina dan sinyal susah. Semua diblok disini, saya pakai VPN disini, sinyal susah,” ucapnya.
Menurutnya, perang masih berlangsung setiap hari di wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Rusia. Satriya mengaku, bergabung dengan pasukan reguler Rusia, yang juga berasal dari rekrutmen berbagai negara.
Baca juga: Ops Brantas Jaya 2025, Polisi “Sikat” Premanisme
Dia pun mengaku, jika diberi kesempatan hidup, tidak keberatan untuk berbagi pengalaman tempur ke rekan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu karena ia merasakan langsung medan pertempuran dengan menggunakan strategi perang modern saat ini.
“Jika semua berjalan lancar dan saya hidup, saya akan berbagi ilmu tentang perang modern kepada saudara TNI saya di Indonesia,” ucap Satria. (KRO/RD/Okz)






