Hingga Mei 2023, Dana Pungutan Sawit Terkumpul Rp186,6 Triliun

64

RADARINDO.co.id – Jakarta : Sejak tahun 2015 hingga Mei 2023, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencatat telah mengumpulkan dana pungutan sawit sebesar Rp186,6 triliun.

“Dana tersebut digunakan untuk membiayai program-program pengembangan sawit berkelanjutan,” ujar Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman pada Special Dialogue secara virtual di Jakarta, Senin (26/6/2023).

Baca juga : Polsek Siak Hulu Gelar Penyuluhan dan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Diungkapkannya bahwa dana tersebut diantaranya digunakan untuk program peremajaan sawit rakyat sebesar Rp7,78 triliun seluas 282.409 hektare yang melibatkan 124.152 pekebun di 21 provinsi.

Kemudian untuk pengadaan penyediaan sarana dan prasarana di perkebunan sawit rakyat kepada 26 lembaga pekebun dalam bentuk kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koperasi dengan total Rp72,3 miliar.

Selain itu, untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan kepada para pekebun sawit rakyat yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta pendidikan kepada keluarga pekebun dalam bentuk dukungan beasiswa.

Total penerima program pelatihan melalui sejumlah lembaga pelatihan yang ditunjuk BPDPKS sebanyak 11.088 pekebun dan beasiswa kepada 3.265 mahasiswa dengan rincian program D1 sebanyak 1.700 mahasiswa dan program D3 sebanyak 630 mahasiswa. Secara keseluruhan, dana yang tersalur untuk program pengembangan SDM berjumlah Rp356,52 miliar.

Baca juga : Kinerja Buruk, Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Dicopot

“Program selanjutnya adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan bersama 78 lembaga penelitian dengan melibatkan 950 peneliti yang menghasilkan 293 penelitian. Sampai dengan saat ini, kita sudah menyalurkan sebesar Rp519,67 miliar,” kata Eddy.

Pihaknya juga mengadakan program Lomba Riset Nasional yang mengikutsertakan para mahasiswa untuk meneliti terkait sawit. Berdasarkan hasil dari 293 penelitian, 243 penelitian sudah dipublikasikan, 5 penelitian dibukukan, dan 50 penelitian sudah dipatenkan. “Adapun program terakhir adalah untuk insentif biodiesel sejumlah 48,19 juta kiloliter dengan jumlah dana tersalur Rp145,56 triliun,” ungkapnya. (KRO/RD/KJ)