Kurir Sabu 16 Kg Divonis Bebas

60

RADARINDO.co.id – Asahan : Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kisaran membebaskan terdakwa kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram berinisial IS alias Kecap.

Baca juga : Kejati Aceh Periksa 100 Saksi Dugaan Korupsi PSR Rp75,6 miliar

Melansir tribunmedan.com, Kamis (10/8/2023), pembebasan tersebut lantaran IS dinilai tidak memenuhi unsur untuk dijatuhi hukuman sehingga terdakwa dibebaskan dari semua tuntutan.


Kasi Intelejen Kejari Asahan, Aldo Marbun mengaku terdapat kejanggalan yang membuat pihak jaksa merasa keberatan atas vonis hakim tersebut.

“Dari yang paling gamblang itu majelis memvonis bebas. Sedangkan, rekan splitnya dalam kasus yang sama hanya berkas berbeda, divonis 15 tahun, dan saat ini kami masih kasasi, karena PT juga kemarin naik jadi 20 tahun,” ujar Aldo.

Dikatakannya bahwa IS mengakui perbuatannya saat menjadi saksi dalam sidang NS dan AN. Namun, pada menjalani persidangan sebagai terdakwa, IS mencabut keterangannya dan juga dua tersangka lainnya.

“Disini kami curiga, kenapa majelis hakim tidak mempertimbangkan dan menerima begitu saja keterangan terdakwa dicabut dari BAP. Bahkan, kami curiga, tersangka lain yakni NS dan AN mencabut juga keterangannya yang sebelumnya memberatkan terdakwa Kecap,” ucapnya janggal.

Baca juga : Presiden Setuju Kredit Macet UMKM Dihapus

Ia menduga ada permainan yang dilakukan oknum-oknum yang sulit untuk dibuktikan. Tak hanya itu, menurutnya, kejanggalan lainnya yakni sidang tersebut dipaksakan digelar.

Sementara itu, Juru Bicara PN Kisaran, Antony mengatakan, sidang tersebut dilakukan karena urgensi atas masa tahanan terdakwa yang hampir habis. “Karena peraturannya 7 hari sebelum masa tahanan harusnya sudah divonis. Dan masa tahanannya terdakwa habis 12 Agustus, yang artinya sebentar lagi. Karena ada waktu pikir-pikir,” katanya. (KRO/RD/TRB)