Ragam  

Massa Minta Pecat Anggota DPRD Gunungkidul Terlibat Kasus Asusila

RADARINDO.co.id – Gunungkidul : Ratusan masyarakat Gunungkidul kembali menggelar aksi unjukrasa di gedung DPRD Gunungkidul, Selasa (17/12/2024). Aksi tersebut dilakukan guna mendesak agar oknum anggota DPRD Gunungkidul berinisial HN, segera dipecat. Dimana, HN diduga terlibat skandal kasus asusila.

Ratusan massa yang tergabung dari berbagai ormas Islam, diantaranya Front Jihad Islam (FJI), Hisbulloh, Sinergi Dakwah, Pesantren Masyarakat Jogja (PMJ), Gerakan Pemuda Ka’ bah (GPK) dan Kandang Jawara ini, berjalan kaki dari halaman Masjid Al Ikhlas Wonosari ke gedung DPRD Gunungkidul.

Baca juga: Berbiaya Rp4 Miliar Lebih, Proyek Perkuatan Tebing Aek Siborgung Sarat Korupsi

Mereka membentangkan sejumlah poster bertuliskan kekecewaan masyarakat terhadap wakil rakyat berinisial HN yang telah melukai hati masyarakat. “Sebagai tokoh masyarakat, seharusnya HN tidak melakukan perbuatan asusila yang sangat tidak baik sebagai contoh masyarakat,” ucap massa dalam orasinya.

Massa juga mengancam akan menggelar aksi kembali dan mengerahkan massa lebih besar dari DIY dan Jawa Tengah untuk melakukan jihad fi sabilillah jika tuntutan mereka tidak sesegera mungkin dipenuhi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endang Sri Sumiyarti mengatakan, jika pihaknya tidak bisa semena-mena untuk mengambil keputusan, lantaran pemberhentian anggota dewan tidak semudah membalikan telapak tangan.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Gunungkidul, Silvia Mega Harminanda Putri, menjelaskan bahwa perkara dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul itu masih ditangani oleh Ketua DPRD Gunungkidul.

Baca juga: Dinas Kominfo Terima Penghargaan Mitra Kerja Terbaik dari DWP Sumut

Sebelumnya, rekaman video mirip anggota DPRD Gunungkidul sedang video call sex (VCS) dengan seorang perempuan muda, viral di media sosial. Dalam video pendek berdurasi 62 detik itu, oknum anggota DPRD Gunungkidul berinisial HN sedang berbuat tak senonoh sambil VCS dengan perempuan muda. (KRO/RD/TP)