RADARINDO.co.id – Langkat : Tumbangnya pohon karet milik PT Darsum yang menimpa dan menewaskan seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh NAD yang juga kader Himpunan Mahasiswa Langkat (Himala) bernama Taufiq Yuda Alhabibi (23), Jum’at (05/9/2025) lalu, berbuntut panjang.
Kasus tersebut segera dilaporkan ke pihak Kepolisian. Pasalnya, pihak PT Darsum dianggap tidak mau bertanggungjawab atas kelalaiannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Baca juga: Ahli Waris Korban Tertimpa Pohon Milik PT Darsum Tempuh Jalur Hukum
Meninggalnya mahasiswa semester akhir jurusan Tehnik dan juga kader terbaik Himpunan Mahasiswa Langkat (Himala) yang merupakan anak dari pasangan Syarifudin dengan Irma Lubis itu, sangat menyisakan duka mendalam bagi keluarga juga rekan-rekan korban.
“Kami telah berupaya agar pihak perusahaan mau bertanggungjawab, namun sampai saat ini belum ada titik terang dari PT Darsum,” ujar ibu korban, Irma, Senin (22/9/2025).
Menurut Irma, mereka tidak meminta pertanggungjawaban berupa materi, namun pengakuan bahwa penyebab tewasnya Yuda adalah akibat kelalaian pihak perusahaan. Atas dasar itu, mereka akan menempuh jalur hukum.
Camat Padang Tualang, Wanda, yang telah dihubungi via selulernya oleh pihak keluarga, juga belum pernah datang untuk menemui keluarga korban.
“Menurut keterangan warga, camat hanya meminta PT Darsum untuk memangkas ranting pohon karet yang mengarah ke jalan umum,” ujarnya.
Atas dasar itu, pihak keluarga korban meminta bantuan para pengurus Himala, agar mereka mendapat keadilan.
“Kami minta Himala membantu memperjuangkan keadilan untuk anak kami. Memperjuangkan keadilan atas tewasnya anak kami,” ujar Irma Lubis didampingi keluarga lainnya.
Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahadiswa Langkat (Ketum PB Himala), Wahyu Hidayah SH, menegaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan kasus tersebut hingga pihak keluarga korban mendapatkan keadilan. “Laporan akan secara resmi kami layangkan ke Mapolres Langkat,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan Kader Himala dan organisasi lainnya untuk menyerukan aksi turun kejalan menuntut beberapa Perseroan Terbatas (PT).
Dimana, Himala sudah mengantongi beberapa perusahan swasta yang memiliki tanaman perkebunan tumbuh dan condong kejalan yang dikwatirkan akan roboh dan kembali memakan korban jiwa.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh NAD yang juga kader Himpunan Mahasiswa Langkat (Himala) bernama Taufiq Yuda Alhabibi (23), meninggal dunia setelah tertimpa pohon karet milik PT Darsum, Jum’at (05/9/2025).
Baca juga: Kepala Desa Secanggang Salurkan BLT Tahap III
Insiden bermula saat korban yang merupakan warga Lingkungan Batu X, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat itu, pulang dari sebuah warung mengendarai sepedamotor bersama beberapa temannya, sekitar pukul 3.30 WIB dini hari.
Setibanya dilokasi kejadian, secara tiba-tiba pohon karet dilahan milik PT Darsum tumbang dan menimpa kepala korban yang saat itu sendirian mengendarai motornya.
Rekan-rekan korban yang berada dibelakang secara sigap berusaha untuk menyelamatkan korban, dan langsung melarikan ke rumah sakit. Namun, diperjalanan menuju rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhir. (KRO/RD/Z Lubis)







