PTPN VI Pelatihan dan Pengembangan Skill Calon Karpim

37

RADARINDO.co.id – Jambi : Sebanyak 11 orang Calon Karyawan Pimpinan (Cakarpim) PTPN VI Jambi yang merupakan bagian dari PTPN Group, mengikuti pendidikan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogjakarta. Calon Karyawan Pimpinan (Cakarpim) ini adalah hasil rekrutmen bersama BUMN Indonesia awal Juni 2023 lalu.

Baca juga : Meriahkan HUT ke-22 Kota Langsa, PTPN I Gelar Kegiatan BUMN Bagi Makanan Sehat

“Kami menerima 11 Cakarpim dalam rekrutmen bersama BUMN. Kini mereka sedang menjalani pendidikan di LPP di Jogja,” tegas Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN VI, Heri Kurniawan, belum lama ini.

Menurut Heri, dalam rekrutmen bersama ini PTPN VI hanya memberikan kekurangan standar formasi ke pihak Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) selaku induk PTPN Group, dari usulan itu Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) yang akan memberikan informasi ke panitia rekrutmen bersama Kementerian BUMN.

Dari laporan ini nantinya Kementerian yang melakukan penerimaan dalam rekrutmen bersama. Panitia rekrutmen di Kementerian yang menyeleksi mulai dari seleksi berkas hingga tes terakhir yang menentukan calon peserta diterima atau tidak.

“Kami cuma menerima hasil rekrutmen. Yang menentukan adalah panitia di pusat. Panitia yang mulai mengumumkan penerimaan dan putuskan terima atau tidak dari seluruh tahapan test yang ada,” kata Kabag SDM PTPN VI.

Menurut Heri, PTPN VI ikut rekrutmen bersama sebagai bagian dari upaya mereka untuk menghadirkan sumber daya manusia berkualitas guna mendorong kemajuan perusahaan. Langkah besar ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur SDM PTPN VI dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar global.

Baca juga : Gudang Beras di Lahan Garapan Desa Manunggal Digerebek

“Rekrutmen bersama ini merupakan langkah strategis yang di ambil oleh PTPN VI. Ini bukti respons terhadap perubahan ekonomi dan pasar yang dinamis,” urai Heri Kurniawan.

Dijelaskan, PTPN VI juga memberikan pelatihan dan pengembangan yang diperlukan kepada karyawan.

”Ya itu tadi, sebelum mereka terjun ke lapangan tentu kami perlu untuk meningkatkan skill mereka di perkebunan agar mereka dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan perusahaan,” tutup Heri. (KRO/RD/Rillis/Juli S)