Ragam  

Ratusan Pengusaha Dipanggil Terkait Dugaan Manipulasi Pajak Sawit

RADARINDO.co.id – Jakarta : Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengungkap modus pelanggaran ekspor di sektor kelapa sawit demi memanipulasi kewajiban pajak. Hasil identifikasi yang dilakukan DJP dugaan pelanggaran ini dilakukan melalui praktik under-invoicing serta penggunaan faktur fiktif/TBTS.

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menyebut, pihaknya telah memanggil 200 pelaku usaha yang mewakili 137 Wajib Pajak strategis di sektor kelapa sawit.

Baca juga: KPK Harus Turun Tangan, Penjualan Teh PTPN “Bocor” Miliaran

Ratusan pengusaha tersebut dipanggil dalam rangka sosialisasi kewajiban perpajakan di sektor produk kelapa sawit dan turunannya serta dihimbau untuk segera melakukan pembenahan.

“Dalam kesempatan sosialisasi ini, kami menghimbau mereka untuk segera melakukan pembenahan secara sukarela sebelum DJP melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terindikasi tidak patuh,” ujar Bimo, dikutip, Rabu (03/12/2025).

Bimo menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola industri sawit agar semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan serta mampu mempertahankan daya saing di pasar global.

DJP juga berkomitmen menjalankan pengawasan secara profesional dan proporsional, serta membuka ruang dialog dengan pelaku usaha untuk memastikan kepatuhan dapat meningkat tanpa menghambat aktivitas ekonomi.

Sementara, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian upaya berkelanjutan pemerintah untuk mendorong kepatuhan dan mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor yang menjadi salah satu penopang ekonomi nasional ini.

Terkait operasi gabungan Kemenkeu-Polri yang berhasil mengungkap penyelundupan produk turunan CPO pada awal November 2025, Purbaya menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bertujuan menakut-nakuti pelaku usaha, melainkan memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Partai Golkar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Tapsel

“Kalau ada kesulitan atau masalah apapun, laporkan ke saya. Kita bereskan. Yang jelas, kita ingin industri sawit ini tetap menjadi tulang punggung industri Indonesia,” tegas Purbaya. (KRO/RD/Cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *