Medan  

Sejumlah Alat Berat di BNCT Diduga Rusak, Aktivitas Bongkar Muat Terkendala

BNCT Belawan.

RADARINDO.co.id – Belawan : Sejumlah alat berat di lokasi terminal Belawan New Container Terminal (BNCT) diduga mengalami kerusakan hingga sempat berhenti operasi belum lama ini.

Akibatnya, aktivitas bongkar muat kontainer macet bahkan terhenti. Kondisi ini memicu kekecewaan para sopir angkutan kontainer. Antrean truk kontainer mengular dilokasi.

Baca juga: APH Didesak Tangkap Pemilik Gudang Gas Oplosan di KIM 3

Sebelumnya, ada keluhan serupa terkait lambatnya kinerja operator alat berat RTG (Rubber Tyred Gantry) yang menyebabkan antrean panjang.

Kerusakan alat berat seperti Container Crane (CC) atau Gantry Crane (GC) sudah sering dikeluhkan sopir truk, bahkan sempat terjadi insiden container jatuh yang menghambat aktivitas.

Sopir truk merasa dirugikan karena banyak waktu yang terbuang, hingga terjadi insiden keributan antara sopir dengan petugas keamanan.

“Sejumlah alat berat tidak beroperasi, sehingga para sopir sangat kecewa. Tidak ada kegiatan bongkar muat di lokasi BNCT malam ini,” ujar salah seorang sopir yang enggan disebut namanya baru-baru ini.

Ia menilai, lemahnya manajemen dan dugaan tidak adanya perawatan rutin terhadap alat berat menjadi faktor utama terjadinya gangguan operasional tersebut.

Adanya ketimpangan penerapan aturan di lapangan dimana para sopir dibebani banyak aturan, namun pihak pengelola seolah tidak menjalankan aturan dengan baik.

“Biaya perawatan alat ada, tetapi perawatannya tidak dilaksanakan. Kami menduga ada oknum-oknum nakal di dalam manajemen,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, para sopir dan pengguna jasa mendesak Menteri BUMN untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan BNCT PT Pelindo.

Baca juga: Peresmian Gerai IKN Store, Langkah Strategis Perkenalkan Produk ke Publik

Para supir meminta agar dilakukan audit total, termasuk penelusuran pihak-pihak yang bertanggungjawab atas rusaknya alat berat dan terhentinya operasional terminal.

Para sopir berharap pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap kondisi di Pelabuhan Belawan, mengingat BNCT merupakan salah satu simpul penting logistik nasional.

Hingga berita ini dipublikasikan, Senin (02/2/2026), pihak BNCT maupun pihak terkait lainnya belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. (KRO/RD/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *