Seorang Pendeta Sudah Mengabdi 45 Tahun di Gereja Putuskan Jadi Mualaf

28

RADARINDO.co.id : Cukup banyak kisah mualaf dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya seorang pendeta Australia bernama Gould David. Dia sudah menghabiskan 45 tahun waktunya untuk melayani dan memimpin umat di gereja sebelum akhirnya memutuskan memeluk Islam. Ia merupakan seorang Kristen Ortodoks.

Baca juga : Masa Jabatannya Akan Berakhir, Bobby Pamit ke Warga Kota Medan

Kisah keislaman David bukan baru-baru ini terjadi. Melainkan sudah beberapa waktu lalu. Kisahnya berawal saat David pergi ke Perth untuk menghadiri pemakaman saudara iparnya. Ia pun memesan hotel yang jaraknya 150 meter dari masjid utama Perth.

Saat melewati masjid tersebut, David merasakan dorongan aneh untuk mengunjungi masjid itu. Ia kemudian bertemu dengan seorang imam yang baik hati. Imam masjid itu memberi David hadiah berupa Al-Qur’an.

Dalam sebuah wawancara eksklusif di The Deen Show yang tayang di YouTube pada 5 Januari 2024 lalu, David menceritakan usai menerima hadiah kitab suci umat Islam itu, ia hanya menyimpannya selama bertahun-tahun.

Baca juga : Bupati Samosir Hadiri Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-78

“Selama bertahun-tahun, saya menyimpan Al-Qur’an di rak buku saya, hampir tidak menyentuhnya. Tapi kali ini, saya kembali ke hotel dan berlutut, memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kebenaran mutlak kepada saya. Apakah Islam benar atau tidak, apakah Kristen benar atau salah, apakah Kristen Ortodoks benar atau salah. Saya berdoa beberapa saat sambil berlutut,” ungkapnya.

Sesaat setelah itu, David duduk dan mulai membaca Al-Qur’an. Ia pun mempelajarinya hingga akhirnya menemukan satu makna penting. “Saya menyadari secara intuitif, intelektual dan emosional bahwa ini adalah firman Tuhan yang sebenarnya,” kata mualaf yang berganti nama Abdul Rahman ini.

Dalam wawancara tersebut, sang pembawa acara juga menyampaikan kalau David menjalani umroh pada Ramadhan tahun ini. David mengaku tidak bisa mengabaikan Al-Qur’an sebagaimana dirinya tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Tuhan itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak memiliki anak. Ia juga mengatakan harus salat sebagaimana Nabi Muhammad SAW memerintahkan salat. (KRO/RD/Dtk)