RADARINDO.co.id – Medan : Tembakau Deli diminta harus tetap dipertahankan sebagai warisan sejarah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dimana diketahui, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional I, hingga saat ini masih terus mengembangkan tembakau Deli.
“Tembakau Deli harus terus dipertahankan sebagai warisan sejarah,” ucap Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Dr Phil Ichwan Azhari MS, dalam tanggapannya, dikutip, Rabu (11/6/2025).
Baca juga: KKN di PTPN I Regional I, Mahasiswa UNIMED Pelajari Tembakau Deli
Guru Besar Ilmu Sejarah Unimed itu mengungkapkan, tembakau Deli di Kebun Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, telah menjadi bahan kajian mahasiswa Unimed Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS).
Para mahasiswa sejarah Unimed diajak melakukan kajian tentang tembakau Deli sebagai bagian dari kuliah lapangan mereka.
“Apalagi mereka adalah generasi 2000-an semuanya, baru kali ini melihat langsung kebun dan proses penanaman tembakau Deli. Tentu pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka,” ucapnya.
Ichwan sangat mengapresiasi pihak PTPN I Regional I yang telah membuka pintu bagi Unimed untuk melakukan kuliah lapangan kali ini. “Kedepan mungkin akan muncul gagasan kerjasama lain, seperti membuat ajang tembakau Deli yang berpusat di sekitar Kebun Helvetia,” ujarnya.
Dibeberkannya, pada tahun 2025 ini, pihak PTPN I Regional I Kebun Helvetia telah memproduksi sekitar 14 ton daun tembakau kering di areal seluas 20 hektare. “Kawasan ini bisa menjadi objek wisata agro sekaligus sejarah tentang tembakau Deli khususnya,” tutur Ichwan.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perkebunan Tembakau Deli PTPN I Regional I Kebun Helvetia, baru-baru ini.
Kunjungan para mahasiswa jurusan sejarah yang dipimpin Guru Besar Sejarah Unimed, Prof DR Phill Ichwan Azhari dan Pidia Amelia itu, diterima Manager Unit Tembakau, Hendri Hutabarat didampingi Asisten Tanaman, Supriadi serta Asisten Teknik, Saputra.
Dalam kesempatan itu, Manager Unit Tembakau PTPN I Regional I, Hendri Hutabarat, menjelaskan proses penanam tembakau Deli, mulai penyiapan lahan, penanaman, perawatan, masa panen, penjemuran, permentasi dan sortasi, hingga pemasarannya.
Menurut Hendri, Tembakau Deli merupakan tanaman tropis yang istimewa sejak dikembangkan era Kolonial 1863 di Deli. Dengan lahan-lahan subur yang ada di Sumatera Timur, tembakau Deli menjadi komoditi utama dan sangat dikenal di pasar tembakau dunia.
Saat ini katanya, PTPN I Regional I yang dulu dikenal sebagai PTPN II, adalah pewaris tanaman bergengsi di pasar internasional tersebut.
Meski tidak seluas di masa jayanya, PTPN I Regional I saat ini mencoba membudidayakan tembakau Deli tidak hanya sebatas untuk memproduksi daun tembakau, tapi juga melakukan hilirisasi, dimana daun tembakau yang dihasilkan dari kebun diolah menjadi cerutu (cigar).
Baca juga: Kasi Trantib Pastikan Bangunan di Lahan Eks Perumahan PTPN I Regional I Labuhan Deli Tak Ada Izin
Musim tanam 2025 ini, PTPN I Regional I menanam tembakau di areal 20 hektar kebun Helvetia yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, seluas 10 hektar sudah selesai dipanen dan saat ini memasuki masa permentasi di gudang sortasi Tandem.
“Sedangkan tahap kedua seluas 10 hektar saat ini usia tanaman sudah 25 hari dan akan mulai dipanen sekitar dua pekan kedepan,” terangnya. (KRO/RD/Tim)







