Terduga Pelaku Pembakar Rumah Wartawan di Karo Ditangkap

21

RADARINDO.co.id – Karo : Polisi menangkap dua orang berinisial R dan Y yang diduga membakar rumah wartawan bernama Sampurna Pasaribu dan menewaskan Sampurna bersama tiga anggota keluarganya di Karo, Sumatera Utara. “Kami tangkap Saudara R dan saudara Y,” kata Kapolda Sumut, Komjen Pol Agung Setya Effendi dalam konferensi pers di Karo, Sumut, Senin (8/7/2024).

Baca juga : IWOI Sumut Apresiasi Kapolda Sumut Tangkap 2 Orang Pembakar Rumah Wartawan

Dikatakan Kapolda bahwa keduanya merupakan eksekutor. Pergerakan keduanya juga terekam CCCT. Keduanya sempat melakukan survei ke rumah korban. Keduanya juga diduga menyiramkan bahan bakar ke rumah korban.

Sebelumnya, Biro Hukum IWOI Sumut juga sebelumnya mendesak Kapolri untuk mengusut insiden pembakaran rumah hingga mengakibatkan tewasnya sekeluarga di kawasan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 27 Juni 2024 lalu.

Insiden tersebut menewaskan empat orang, yakni Sempurna Pasaribu (47), istrinya Elfrida boru Ginting (48), anaknya Sudi Investasi Pasaribu (12), dan cucunya Loin Situkur (3). Sempurna Pasaribu merupakan wartawan Tribrata TV yang tergabung dalam organisasi kewartawanan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPW Sumut.

“Kami minta Kapolri serius mengusut motif kebakaran rumah milik Sempurna Pasaribu hingga menewaskan sekeluarga, termasuk Sempurna Pasaribu,” pinta Deddy Panjaitan SH MH dari Biro Hukum IWO-I yang juga kuasa hukum korban, Rabu (03/7/2024) malam di Medan.

Deddy menduga, rumah tersebut sengaja dibakar oleh seseorang dengan tujuan ingin mencelakai si pemilik rumah. Pasalnya lanjut Deddy, insiden kebakaran terjadi usai Sempurna memberitakan kasus perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Baca juga : Pj Bupati Batu Bara Hadiri Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK

Ketua IWOI Sumut, Ratno SH MM juga meminta Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB segera membentuk tim investigasi atas kematian wartawan Sempurna Pasaribu yang diduga akibat pemberitaan judi dan peredaran narkoba.

“Kami minta agar Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/BB segera membentuk tim investigasi atas kematian wartawan Sempurna Pasaribu diduga akibat pemberitaan judi dan peredaran narkoba,” ujar Ketua IWOI Sumut, Ratno SH MM didampingi Dewan Pembina, Bahar Pulungan SH dan Drs Yusmansyah, MBA, di Medan, Selasa (02/7/2024).

DPW IWOI Sumut juga mengapresiasi Dewan Pers serta tim pencari fakta dari Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumut yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumut, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang telah melakukan verifikasi dan pendalaman kasus kebakaran tersebut.

Hasil investigasi ditemukan sejumlah fakta, bahwa kasus kebakaran yang menewaskan 4 orang itu terjadi setelah korban memberitakan perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan diduga kuat melibatkan oknum TNI.

Dewan Pers sangat menyesalkan terjadinya kebakaran yang merenggut nyawa tersebut. Ada dua versi yang berbeda atas kejadian ini. Versi tim KKJ menyatakan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dan terkait dengan pemberitaan perjudian di rumah oknum TNI tersebut.

Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa kebakaran itu lantaran ada ceceran bensin di rumah korban dan kemudian menyulut bara api. Kebetulan rumah korban memang berjualan bensin eceran.

Dewan Pers meminta Kapolri bersama Kapolda membentuk tim penyeledikan yang bersikap adil serta imparsial dalam mengusut kasus ini. Dewan Pers juga akan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan aparat dan unsur jurnalis atau KKJ.

“Dewan Pers meminta Panglima TNI dan Pangdam membentuk tim untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan imparsial. Dewan Pers meminta kepada Komnas HAM dan LPSK untuk turut serta secara melakukan upaya investigasi dan memberikan perlindungan yang dianggap perlu kepada keluarga korban,” ujar Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu SH MS, Selasa (02/7/2024).

Secara khusus, Dewan Pers menghimbau wartawan dan media bekerja secara profesional dan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta aturan lain yang terkait. Dewan Pers berharap peristiwa semacam ini tak lagi terjadi dan wartawan bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik. (KRO/RD/tim)