RADARINDO.co.id – Tanah Karo : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan senantiasa melakukan pendampingan, dengan pemerintah dan masyarakat, untuk bangkit bersama-sama dan keluar dari dampak pandemi covid-19 yang melanda seluruh sektor kehidupan.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE dalam Rapat Kerja (Raker) DPRD Kota Medan Tahun Anggaran 2023, yang dilaksanakan di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Minggu (17/7/2022).
Baca Juga : DPRD Medan Setujui 25 Ranperda
Raker bertema ‘Optimalisasi dan Penyelarasan Tri Fungsi Dewan Melalui Program Kerja DPRD untuk Mewujudkan Medan Kota Kolaborasi yang Berkah, Maju dan Kondusif’ ini, berlangsung selama 3 hari, 17-19 Juli 2022, dan dibuka Walikota Medan yang diwakili Wakil Walikota Medan, Aulia Rahman.
Hasyim mengatakan raker bertujuan membahas rencana kerja Tahun Anggaran 2023, revitalisasi sekaligus optimalisasi tugas dan fungsi DPRD Kota Medan sebagai presentasi perwakilan warga Kota Medan, untuk mewujudkan Medan menjadi kota yang berkah, maju dan kondusif.
Sebagai lembaga kerakyatan, lanjut Hasyim, DPRD Kota Medan senantiasa mendorong dan mendukung Pemko Medan untuk tetap proaktif mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.
Selanjutnya terkait penguatan fungsi pengawasan, politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan hal itu terlihat melalui pengawasan terhadap implementasi peraturan daerah dan pelaksanaan APBD, pengawasan terhadap berbagai urusan pemerintahan dan pengawasan tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK.
Termasuk juga dalam rapat kerja ini, membahas peningkatan kapasitas dan optimalisasi DPRD Kota Medan, menyerap dan menghimpun aspirasi masyarakat.
“Baik melalui pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah maupun proses yang dilakukan segenap anggota dewa di daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Walikota Medan Bobby Nasution dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, mengharapkan sinergitas Pemko dan DPRD Medan dalam membangun opini yang baik di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.
“Selama ini, masyarakat tidak benar-benar memahami apa itu dewan dan apa itu pemerintah, karena feedback yang dirasakan masyarakat, tidak nyata,” kata Aulia.
Aulia juga menyampaikan keinginannya kepada DPRD Medan, mengusulkan perda terkait dunia pendidikan.
Alasannya, penggunaan dana BOS saat ini sangat merugikan masyarakat, khususnya orang-orang yang tidak mampu, karena terjebak dalam sistem zonasi sekolah.
“Tentunya penerapan dua poin ini mudah-mudahan bisa menginspirasikan bagi kita untuk perubahan Kota Medan, mumpung kita mempunyai pemimpin yang inovatif serta miliki koneksitas dengan pemerintah pusat,” katanya.
Baca Juga : Kejati Sumut Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Sicanang
Selanjutnya Wakil Walikota Medan, Aulia Rahman melakukan pemukulan Gong tanda dimulainya Raker DPRD Kota Medan yang disaksikan Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, HT Bahrumsyah, Rajuddin Sagala, Sekda Kota Medan, Wiriya Al Rahman dan Sekretaris Dewan (Setwan) DPRD Kota Medan (Setwan), Ali Sipahutar.
Sebelumnya, Setwan Ali Sipahutar dalam laporannya, menjelaskan rangkaian kegiatan raker, yakni diskusi panel dengan narasumber Kementerian Dalam Negeri, Sidang Pleno Penyampaian Usulan dan pembahasan rencana. (KRO/RD/Ptr)







