RADARINDO.co.id – Taput : Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tarutung Kanwil Kemenkumham Sumut memberikan pelatihan merajut tas. Pelatihan tersebut dilakukan untuk memberikan kebermanfaatan bagi warga binaan agar kelak ketika keluar dari Rutan sudah meliliki keahlian, sehingga bisa membuka usaha secara mandiri.
Baca juga : Anggota DPRD Medan Tinjau Pengorekan Drainase di Sei Agul
Kepala Rutan kelas IIB Tarutung, Leonard Silalahi melalui kepala pengamanan rutan, Muhammad Nurdin Tanjung SH menjelaskan, para warga binaan dilatih mulai dari awal untuk merajut tas yang di awasi petugas rutan tarutung. Dalam mewujudkan fungsi pembinaan yang efektif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama berada di dalam Rutan, Rutan Kelas IIB Tarutung terus melakukan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, tandas Muhammad Nurdin Tanjung kepada awak media, Sabtu (15/1/2022) diruang kerjanya.
“Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Tarutung dilaksanakan secara terprogram dan terencana sesuai dengan dukungan sarana dan prasarana.
Berada dibalik jeruji besi tidak menyurutkan semangat Warga Binaan Pemasyarakatan untuk tetap mengasah keterampilan.
Dengan didampingi oleh Petugas Rutan dan memanfaatkan bakat dan minat WBP melalui pembuatan tas rajut dengan berbagai variasi tas membuat WBP memiliki bekal keterampilan selama menjalani pidananya. WBP juga sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan tersebut”, imbuhnya.
“Jadi target kami itu mereka bisa mendirikan fest market sendiri. Sehingga ketika mereka keluar (dari Rutan) nanti sudah memiliki keahlian dan usaha untuk menghidupi dirinya dan keluarga,”
Baca juga : Pabrik Sawit PTPN3 Distrik Asahan Menuju Perubahan
Nantinya, hasil dari produksi warga binaan bisa dipasarkan melalui dalam Online, dan bisa juga bergabung dengan sejumlah website resmi penjualan Online, tegas M. Nurdin tanjung mengahiri. (KRO/RD/Reno H)





