Medan  

Meneg BUMN : Minyak Makan Merah Lebih Sehat

RADARINDO.co.id-Medan: Ada kabar baik buat emak- emak di seluruh tanah air. Minyak makan merah katanya harga murah dan lebih sehat lho. Ah masak ia, Klau gak coyo tanyak aja langsung ke Menteri BUMN, Erock Thohir.

Kabarnya minyak makan alias minyak goreng merah segera beredar dipasaran. Konon kabarnya, minyak makan (goreng) berwarna merah diketahui lebih sehat dibandingkan minyak goreng biasanya ini berdasarkan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Baca juga : Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Suami Dilaporkan Istri ke Polisi

Hal ini karena minyak goreng merah tidak mengalami proses pemutihan yaitu penghilangan warna yang tidak disukai konsumen. Semoga informasi itu benar dan tidak sekedar “ansor” alias angin sorga.

Bahkan, katanya jika disandingkan dengan minyak sawit mentah dalam bentuk virgin palm oil (VPO), komposisi asam lemak jenuh minyak goreng merah lebih rendah dibandingkan VPO.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan siap memfasilitasi proyek percontohan minyak goreng merah sebagai upaya untuk menampilkan alternatif penggunaan minyak goreng di masyarakat. Erick memantau langsung pasokan minyak goreng merah di Deli Serdang, Sumut, baru baru ini di Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Ia mengatakan pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) akan bersinergi untuk melaksanakan program tersebut.

Selain kesiapan Kementerian BUMN dalam memfasilitasi produksi minyak goreng merah, Erick Thohir menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung pasar penjualan produk menembus kancah global.

Dengan demikian, manfaat produksi minyak goreng merah tidak hanya di bidang fortifikasi pangan, tetapi juga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca juga : Partai Ummat Kota Bekasi Gelar Tasyakuran

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga mengatakan bahwa banyak pihak yang belum mengetahui manfaat minyak goreng merah.

Ungkapan Erick tentu dinilai sejumlah wajar. Karena produk minyak makan merah belum beredar dipasaran. Mestinya Meneg BUMN menggagasi pasar murah minyak goreng merah.

“Buktikan lah kalau minyak makan merah itu lebih sehat dan lebih murah bikin pasar murah untuk rakyat dengan harga Rp5.000 per kg. Itu baru namanya lebih sehat dan lebih murah,” ujar Nando Pangaribuan warga Lubuk Pakam. (KRO/RD/JULI SIBURIAN)