RADARINDO.co.id – Medan : Kasus penyerangan di Jalan Selambo Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang terjadi, Selasa (22/10/2024) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB lalu, akhirnya terungkap.
Ternyata, peristiwa berdarah yang menewaskan dua orang warga tersebut, melibatkan anggota genk motor Neleng. Polisi telah berhasil meringkus 11 orang pelaku penyerangan, dan menetapkan tiga orang pelaku lainnya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arief Setyawan menyebut, kasus penyerangan itu dilatarbelakangi persoalan lahan di kawasan tersebut. “Motifnya, kami mengidentifikasi berawal dari peristiwa lahan, konflik agraria,” kata Gidion, seperti dilansir dari tribunmedan, Sabtu (26/10/2024).
Baca juga: 11 Pelaku Penyerangan di Selambo Berhasil Ditangkap, 3 DPO
Diungkapkannya bahwa para anggota genk motor ini dimanfaatkan oleh “aktor intelektual” yang memiliki kepentingan di lahan tersebut untuk membuat onar dan melakukan penyerangan.
Menurutnya, kelompok genk motor yang diketuai MTA ini, juga pernah melakukan penyerangan pada tahun 2021 silam. Sementara, MTA merupakan masih berstatus narapidana. “Sangat rentan kelompok anak remaja atau genk motor dijadikan sebagai alat melakukan tindak pidana,” pungkasnya.
Dalam kasus tersebut, Polisi telah mengamankan dan menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Yakni, FS (23), MWS (20), RMS (15), MTA (21), MF (21), AP (18), AFP (18), DA (21), JD (17), DAW (17) dan AS (17). Mereka merupakan warga Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Sementara, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengungkapkan bahwa dua korban tewas dalam peristiwa itu adalah Bungaran Samosir (52) dan Adam Djhorgi (17).
Baca juga: Bentrok di Selambo, Dua Orang Dikabarkan Tewas
“Hasil autopsi, Bungaran Samosir mengalami luka bacok dan meninggal dunia. Sedangkan, Adam Djhorgi meninggal akibat luka tembakan pada bagian dada, menembus jantung yang menyebabkan pembuluh darahnya pecah,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, bentrokan terjadi di lahan garapan Jalan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Dalam peristiwa tersebut, dua orang dikabarkan tewas.
“Yang pasti ada peristiwa bentrok, sehingga dua meninggal, satu meninggal di lokasi, satu meninggal di rumah sakit, itu informasinya,” kata Kapolsek Medan Tembung, Kompol Jhonson Sitompul, Selasa (22/10/2024) lalu.
Bentrok tersebut diduga melibatkan kelompok genk motor. Namun, Jhonson belum bisa memastikan hal itu. Dia menyebut pihaknya masih mengidentifikasi kelompok yang bentrok tersebut.
Baca juga: Viral, Oknum Polisi Digerebek Ngamar Bareng Istri Orang
Perwira menengah Polri itu juga mengaku belum mengetahui pasti jumlah korban luka-luka akibat bentrok tersebut. Namun, dia mengatakan ada sejumlah orang yang dibawa ke rumah sakit. “Kita belum dapat info dari rumah sakit, cuma ada yang diamankan, dibawa ke rumah sakit,” jelas Jhonson.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP Japri Simamora menambahkan, peristiwa bentrok terjadi, Selasa (22/10/2024) sekira pukul 02.30 WIB. Menurutnya, bentrok dipicu permasalahan tanah. Pun begitu, Japri membantah ada kelompok genk motor yang terlibat.
Menurut salah seorang warga bernama Rohana br Pasaribu, saat itu ada ratusan orang yang datang tiba-tiba ke kampung mereka dan langsung melakukan penyerangan. Ia menjelaskan, ratusan orang yang menyerang datang dengan membawa senjata tajam dan senjata api. (KRO/RD/Trb)







