RADARINDO.co.id – Medan : Anak adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang dititipkan kepada orangtuanya. Artinya, kita harus menjaga baik-baik anak-anak kita agar kelak menjadi berguna terhadap, orangtua, agama, dan bangsa.
Dalam menghukum anak-anaknya, orangtua memiliki cara sendiri-sendiri. Namun kita sebagai orangtua harus mengetahuinya, keseringan membentak anak akan memiliki dampak negatif bagi anak tersebut.
Baca juga: Penyakit Misterius Mirip Flu Tewaskan Puluhan Orang
Mereka cenderung memiliki penurunan tumbuh kembang dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Bahkan, tak jarang ditemukan anak-anak yang sering menerima bentakan dari orangtuanya di rumah akan melampiaskannya ke tempat atau lingkungan lain seperti sekolah atau tempat bermainnya.
Hal ini akan menjadi masalah jika dibiarkan secara terus-menerus. Sebagai orangtua hendaknya mengetahui dampak negatif sering membentak anak-anaknya. Anak-anak yang sering menerima bentakan dari orangtua rentan terhadap kesehatan mental seperti depresi.
Ketika anak mengalami depresi besar kemungkinan menyebabkan rantai substitusi yaitu kondisi anak untuk mencari sesuatu hal yang menyenangkan bagi dirinya. Salah satunya seperti mengkonsumsi makan-makanan secara berlebihan tanpa henti.
Hal ini menyebabkan seorang anak mengalami gangguan makan. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot, dan organ vitalnya. Sehingga, membuat anak menjadi lemas dalam menjalani aktivitas dan menyebabkan keterlambatan perkembangan.
Anak-anak yang dibentak oleh orangtuanya adalah sesuatu yang dapat mengena di hatinya. Hal ini membuat anak menyimpan dan memproses apa yang terjadi di dalam diri. Kondisi semacam ini menyebabkan anak-anak merasa tidak percaya diri dan berakibat fatal hingga depresi.
Baca juga: Ketahui Penyebab Suami Malas Bercinta
Mereka yang sering menerima bentakan dari orangtua cenderung akan tumbuh menjadi orang dewasa yang terluka. Selain itu, mereka akan lebih sering merasa bersalah, stres, dan mencoba untuk melukai diri sendiri. Mulai dari sini, jangan lah sering-sering membentak anak-anak kita. (KRO/RD/LP6)







