Ragam  

Simpan Uang Terlalu Banyak di Bank Bikin Rugi?

Ilustrasi

RADARINDO.co.id – Medan : Menyimpan uang terlalu banyak di bank, lambat laun bisa membuat seseorang mengalami kerugian. Mengingat, terdapat sejumlah risiko yang kerap tidak disadari masyarakat, mulai dari inflasi, potensi fraud, hingga hilangnya peluang pertumbuhan kekayaan.

Baca juga: Terbukti Kelola Judi Sabung Ayam, Peltu Yun Heri Dipecat dari Satuan

Menurut perencana keuangan bersertifikat asal Pennsylvania, bernama Jessica, rekening tabungan umumnya tidak memberikan perlindungan optimal seperti instrumen keuangan lain seperti kartu kredit atau produk investasi resmi.

“Jika terjadi kebocoran data atau penipuan, proses pemulihannya bisa jauh lebih sulit,” ujar Jessica Goedtel, dikutip, Selasa (12/8/2025).

Disisi lain, bunga simpanan di rekening tabungan konvensional juga sangat rendah. Ditengah inflasi tahunan yang bisa mencapai 3-5%, menyimpan dana besar di rekening justru membuat nilai riil uang menyusut.

Hal senada juga dikatakan konselor keuangan dari New Jersey, Gregory Guenther. Menurutnya, idealnya dana di rekening cukup untuk menutupi pengeluaran rutin 1-2 minggu.

“Jika terlalu sedikit, Anda akan cemas setiap kali bertransaksi. Tapi kalau terlalu banyak, Anda kehilangan potensi pertumbuhan dari instrumen yang lebih optimal,” kata Gregory.

Baca juga: Pemprov Sumut Siapkan Parkir dan Bus Gratis di Piala Kemerdekaan 2025

Sebagai solusi, masyarakat disarankan memisahkan dana berdasarkan fungsinya. Diantaranya adalah rekening harian yang berfungsi untuk menunjang kebutuhan operasional 1-2 minggu.

Kemudian, dana darurat dibuat setara 3-6 bulan pengeluaran, disimpan di instrumen likuid berbunga tinggi. Sedangkan, untuk porsi investasi, jika memiliki kelebihan, dana bisa dialokasikan ke produk keuangan dengan imbal hasil yang sesuai profil risiko. (KRO/RD/cnbc)