Medan  

Puluhan Emak-emak Paya Pasir Protes di Kantor Camat Marelan

RADARINDO.co.id – Marelan : Puluhan emak-emak warga Lingkungan VIII, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, menggeruduk kantor Camat Marelan, Selasa (09/12/2025).

Kedatangan massa emak-emak tersebut sebagai bentuk protes yang menilai Lurah Paya Pasir, Sherly, tidak peduli dengan nasib mereka yang menjadi korban banjir.

Baca juga: Mirwan Dicopot Sementara Jadi Bupati Aceh Selatan

“Kayak mana kami tidak demo, karena Ibu Lurah kalau ada bantuan tapi dipilih-pilih orang yang dikasih bantuan itu. Malah kami pun diancam jika ada bantuan lagi maka warga Lingkungan VIII tidak akan dikasih,” ujar salah seorang emak yang tidak mau menyebut namanya.

Menanggapi aksi protes tersebut, Camat Marelan, Zulkifli Pulungan, yang menerima masyarakat di ruang aula kecamatan mengatakan, akan meneruskan aksi para “ras terkuat dimuka bumi” itu ke Walikota Medan.

“Saya tidak bisa langsung memvonis Lurah, tapi aspirasi ini akan saya teruskan ke pimpinan kita bapak Walikota,” ujar Camat didampingi Kasi Trantib dan beberapa pegawai Kecamatan.

Setelah pertemuan sekitar setengah jam itu, akhirnya warga kembali pulang ke rumahnya masing-masing dengan tertib menggunakan mobil pick up dan sepedamotor.

Sementara itu, Lurah Paya Pasir, Sherly, ketika dikonfirmasi media ini via HP, Selasa sore, membantah apa yang dituduhkan warganya.

“Saya tidak seperti apa yang mereka tuduhkan. Biasa itu, ada satu dua orang yang gak suka dengan kita lalu membawa masyarakat lainnya untuk demo ke kantor Camat. Padahal sebelum kesana mereka datang ke kantor saya tapi mereka gak terima dengan penjelasan saya lalu mereka ke kantor Camat. Itupun saya nasehati mereka agar berhati-hati di jalan karena jalanannya licin takut mereka nanti terpeleset jatuh karena mereka rata-rata ibu-ibu yang sudah berusia lanjut,” ucap Lurah Sherly.

Saat itu, Sherly mengaku sedang menemani pihak Dinas Perkim Kota Medan untuk melakukan peninjauan jembatan rusak.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumut Hingga 15 Desember

“Saya sekarang saja sedang menemani pihak Perkim ke lapangan. Selama ada musibah banjir ini saya selalu keliling memantau situasi dan membantu warga yang terkena musibah. Bahkan rumah saya pun juga terkena banjir tapi saya lebih memprioritaskan masyarakat,” ujar Sherly, yang menurut catatan media ini ketika ada proyek Penataan Danau Siombak di wilayahnya beberapa tahun lalu, berjuang keras agar warga yang tanahnya terkena proyek untuk diberikan ganti rugi. (KRO/RD/Ganden)