Kadispendikbud Jatim dan Kepala SMKN Terseret Korupsi DAK Rugikan Negara Rp8,2 Miliar

288

RADARINDO.co.id-Surabaya: Kepala Biro RADARINDO.CO.ID Asni menerima rilis berita seorang tersangka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) SR.

Serta seorang wanita berinisial ER Kepala Sekolah salah satu SMK di Kabupaten Jember. Keduanya terseret kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018 sebesar Rp16.2 miliar yang merugikan keuangan negara sejumlah Rp8.270.996.811,04.

Baca juga : Lantik LPPD Kecamatan, Bupati Zahir Yakin Pesparawi Batu Bara Menang di Tingkat Nasional

Berdasarkan hasil audit BPKP sudah dilimpahkan penyidik Polda Jatim ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Surabaya, Rabu, 02 Agustus 2023. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto kepada beritakorupsi, Rabu, 02 Agustus 2023.

“Tindak pidana Korupsi DAK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur TA 2018 dengan tersangka oknum Kadis Pendidikan dan kepala ZMKMĹQP dengan Nilai kerugian Rp8,2 miliar,” kata Kombes Dirmanto kepada wartawan.

Lebih lanjut Kombes Dirmanto menjelaskan kronologis yang menjerat kedua tersangka yaitu
Tahun 2018, sebanyak 60 Lembaga SMK yang ada di Prov. Jatim yang tediri dari 17 SMK swasta dari pusat dan 17 SMK Negeri mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan Sub Bidang Pendidikan untuk pembangunan ruang praktik siswa (RPS) beserta perabot mebeler.

Total keseluruhan anggaran yang didapatkan 60 lembaga SMK Negeri/Swasta adalah sebesar Rp63.239.114.000.

Seharusnya anggaran tersebut untuk pelaksanaan pembangunan RPS beserta perabot mebeler bagi 60 Lembaga penerima secara swakelola, namun dalam faktanya para Lembaga penerima tidak bisa melaksanakan secara swakelola dikarenakan untuk pengadaan material rangka atap (baja wf) dan meubeler diambil alih oleh ER atas perintah SR mantan Kadisdik Prov. Jatim tahun 2018) Dari pengambil alihan oleh ER dan SR dimaksud telah ditemukan kerugian keuangan negara yang telah dihitung oleh BPKP Perwakilan Prov. Jatim sebesar Rp8.270.966.811,04.

Baca juga : RS Aulia Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Modus tersangka (SR dan ER) mewajibkan kepada 59 (lima puluh sembilan) SMK Negeri/Swasta selaku penerima DAK tahun 2018 menyerahkan (tunai maupun transfer ke Rekening Tersangka ER) sebagian dari dana DAK yang diterima dengan jumlah yang bervariasi (antara Rp200 juta – Rp300 juta) dengan dalih khusus pengadaan material rangka atap (baja wf) dan mebeler diambil alih oleh para tersangka.

Tersangka melakukan mark up 3x lipat dari harga asli pembelian material rangka atap dan mebeler serta tidak pernah menyerahkan bukti pembelian yang asli kepada para lembaga penerima DAK. Tersangka ER membuat dan mengirimkan nota/invoice kosong/palsu kepada para lembaga penerima DAK tahun 2018 melalui pos. (KRO/RD/An)