RADARINDO.co.id – Belawan : Setelah sebelumnya beberapa alat penunjang operasional di Pelabuhan Belawan New Container Terminal (BNCT) diantaranya berupa RTG mengalami kerusakan, kini kembali terjadi ada alat operasional kerja yang rusak.
Kerusakan kali ini terjadi pada alat pengait/sprider cren CC (Container Cren) di Dermaga Terminal B. Akibatnya, ada sebuah container yang sedang diangkat untuk dimuat ke kapal Meratus Medan 5, terlepas jatuh dan menimpa container lainnya yang ada di dalam Palka Kapal.
Baca juga: Polrestabes Medan Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi baru-baru ini. Namun, container mengalami kerusakan cukup parah. Sementara, pakan ternak import yang ada di dalam container rusak.
Sepekan setelah insiden jatuhnya container dari CC Nomor 11 Pelayaran MAERSK Line tersebut, kembali lagi terjadi insiden di Pelabuhan BNCT, Sabtu (02/8/2025) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.
Dimana, satu unit RTG nomor 29 yang berada di Terminal B terbakar. Sehingga aktifitas cren RTG yang sedang melayani muatan kapal terhenti seketika dengan posisi Cabin Operator masih berada di tengah cren, sehingga operator harus dievakuasi melalui tangga darurat.
Hingga berita ini dilansir, kedua alat vital sarana penunjang operasioal itu, yakni CC dan RTG yang diduga kerap mengalami kerusakan, belum juga bisa dioperasikan. Sungguh miris jika dipandang dari sudut dermaga yang notabene sekelas Pelabuhan Internasional.
Alat-alat penunjang operasional di Pelabuhan BNCT Belawan diantaranya terdiri dari Container Crane (CC) berfungsi sebagai alat pengangkut container dari kapal ke darat atau sebaliknya, berjumlah 4 unit di Terminal A (beli baru) dan 4 unit di Terminal B (lama).
Dan RTG (Rubber-Tired Gantry Crane) berupa alat pengangkut container untuk bongkar muat di lapangan penumpukan (Container Yard) yang jumlahnya di Terminal B ada 10 unit. Serta ada Truk Internal yang berfungsi sebagai pengangkut container dari dermaga ke lapangan penumpukan (sea way) atau sebaliknya.
Selanjutnya lagi-lagi kembali terjadi kerusakan pada alat operasional BNCT. Dimana hal itu berakibat, selama dua hari belakangan ini, dimulai Selasa-Rabu (05-06/8/2025), Pelayanan Bongkar Muat Container terkendala serius. Diduga, hal itu kerap terjadi pada hari-hari sebelumnya.
Kali ini alat yang rusak yakni 5 unit alat Cren RTG dari jumlah total 10 unit RTG yang ada di dermaga Terminal B. Sehingga hanya tinggal 5 unit RTG yang dapat beroperasi.
Kerusakan 5 unit RTG ini diduga akibat abainya pihak BNCT terhadap pemeliharaan dan perbaikan pergantian sparepart.
Dimana untuk monitoring alat-alat tersebut menurut sumber bahwa pihak BNCT mempercayakan kepada PT BIMA (Berkah Industri Mesin Angkat), salah satu anak usaha PT Pelindo yang khusus menangani perbaikan dan pemeliharaan alat-alat berat.
“Jangankan alat segitu besarnya (Cren RTG-red), sedangkan Terminal Truck (Truck Internal) saja yang ukurannya kecil dan sparepartnya jauh lebih murah dibanding sparepart CC dan RTG, bertahun-tahun dibiarkan tak ada penggantian. Padahal sparepart seperti roda bisa sangat berbahaya dan fatal bagi operator (pengemudi truck internal),” ujar sumber, Rabu (06/8/2025).
Menurutynya, Cren RTG yang sering rusak serta terkendala dan selama dua hari belakangan tak bisa beroperasi melayani proses bongkar muat adalah RTG nomor 31, 29, 27, 30 dan 21. Alat tersebut sering kali tak bisa maksimal dipakai untuk operasional.
Baca juga: Pemilik Toko Emas di Langsa DPO Kasus Penipuan dan Penggelapan
Sehingga pelayanan di Pelabuhan Internasional yang dikelola BNCT membuat antrian panjang truk internal maupun truk eksternal yang akan membongkar serta memuat container ke berbagai tujuan.
Terkait banyaknya kondisi alat penunjang operasional pelabuhan BNCT yang memprihatinkan itu, Humas/Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, saat dikonfirmasi, Rabu sore, “ogah” memberikan tanggapan.
Rizki bahkan enggan mengangkat ponselnya untuk dikonfirmasi. Diduga, ia “gerah” dikritik media ini terkait “buruknya” sarana dan prasarana serta kinerja pelabuhan Internasional BNCT, serta kurangnya perhatian terhadap para pekerja. (KRO/RD/Ganden)







