RADARINDO.co.id – Garut : Belum lagi hilang diingatan kasus oknum dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap pasien dan keluarga pasien, kini dunia medis, khususnya ahli kandungan, kembali tercoreng.
Teranyar, seorang dokter kandungan di Garut diduga melakukan pelecehan terhadap pasiennya yang merupakan ibu-ibu hamil, terkuak. Modus menggratiskan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), oknum dokter berinisial MSF itu, kerap menghubungi ibu-ibu hamil untuk “mencari korban”.
Baca juga: Oknum Dokter PPDS Unpad Pelaku Rudapaksa Terancam 12 Tahun Penjara
Para korban pun akhirnya membeberkan aksi sang “dokter cabul” lewat akun Instagram drg. Mirza Mangku Anom, Dokter Spesialis Konservasi Gigi. Bukti rekaman CCTV aksi MSF diduga melecehkan pasiennya, viral di medsos.
Melansir tribunmedan, Selasa (15/4/2025), drg Mirza mengatakan bahwa pelaku sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian sejak beberapa bulan lalu, namun belum ada tindaklanjut. Bahkan, setelah bukti rekaman CCTV dugaan pelecehan diposting drg Mirza, banyak korban lain yang mengaku pernah mengalami kejadian sama.
Bukan cuma dilecehkan di ruang periksa, korban juga dirayu MSF melalui chat yang dikirim ke WhatsApp (WA) korban. MSF diduga melancarkan aksinya iming-iming menawarkan periksa USG gratis.
Menurut drg Mirza, korban dari dokter kandungan Garut itu bukan hanya satu atau dua orang. “Ngeri banget sih, ngegratisin USG terus ngajak pasiennya jalan. Dan ternyata bukan cuma 1 atau 2 orang yang diginiin, tapi banyak,” tulisnya.
Malahan modus licik dokter kandungan Garut ini sampai menyatakan cinta pada pasiennya. Bahkan ada seorang pasien dilecehkan dokter kandungan Garut sesaat sebelum operasi.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, turut menyoroti viralnya dugaan pelecehan seksual tersebut. Melalui unggahan Instagramnya @ahmadsahroni88, Selasa (15/4/2025), Ahmad Sahroni mendesak agar oknum dokter tersebut segera ditangkap.
Dari keterangan unggahannya, Ahmad Sahroni menyematkan akun Polda Jabar hingga Polri. Ditegaskannya, aksi dugaan pelecehan seksual terhadap wanita hamil tersebut tak bisa didiamkan.
Video aksi “cabul” MSF juga diunggah akun Facebook Silva Lee,. Dalam unggahannya, Silvia menuliskan kronologi yang cukup mengejutkan. Menurutnya, korban dalam video itu mengaku mengalami pelecehan saat menjalani pemeriksaan USG di Klinik KH, Garut.
Peristiwa bermula pada 24 Juli 2024, saat korban menjalani USG kedua. Saat itu dokter kandungan tersebut sempat memasukkan jari ke dalam bra korban dengan dalih ingin memeriksa kondisi perut bagian atas.
Baca juga: Bu Bhayangkari Selingkuh dengan Dua Oknum Polisi, Suami Lapor ke Propam
Dokter kandungan itu juga menawarkan layanan persalinan secara pribadi. Korban mengaku saat itu berusaha tetap berpikir positif, meski hatinya tak tenang. Puncaknya terjadi pada USG ketiga, pada 24 September 2024.
Ketika usia kehamilan korban memasuki minggu ke-37, dokter tersebut menyarankan pemeriksaan pembukaan. Menurutnya, suster sempat membantu membuka sebagian celana korban.
Namun setelah itu justru terjadi tindakan yang membuat korban makin tidak nyaman. Dokter kandungan tersebut meraba dan mengelus area sensitif pasien. Korban sempat menepis tangan sang dokter, namun kebingungan dan ketakutan membuatnya bungkam. (KRO/RD/Trb)