RADARINDO.co.id : Agama Islam sangat mengatur aspek kehidupuan manusia, termasuk soal makan. Dalam Islam, ada adab makan seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan tangan kanan saat makan, tidak makan sampai kekenyangan, serta tidak makan sambil berdiri.
Baca juga : Ini Mitos Kutu Rambut yang Masih Dipercaya
Menurut Spesialis Saraf RS PKU Muhammadiyah Bantul, dr Ana Budi Rahayu, SpS, adab makan dalam Islam memiliki hikmah tersendiri. Jika seseorang makan sambil berdiri terangnya, maka akan terjadi reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi.
”Bila kita tetap bandel membiasakan makan minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi menyebabkan kanker saluran esofagus,” tuturnya, seperti dilansir dari lombokbaratkab.co.id.
Bahkan lanjutnya, sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR Muslim disebutkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Jangan kalian minum sambil berdiri. Apabila kalian lupa, maka hendaknya dimuntahkan’.
Sehubungan dengan larangan minum tersebut, seorang sahabat, Qotadah bertanya bagaimana dengan makan. Beliau (Nabi Muhammad SAW), mengatakan bahwa hal itu bahkan lebih buruk lagi. (HR Muslim dan Turmidzi).
Baca juga : Boleh Dicoba, Ini Obat Tradisional Hilangkan Kutu Rambut
Dijelaskan Ana Budi Rahayu, ada dua hal lain yang juga dapat menyebabkan reflux asam lambung dan heartburn, yaitu makan minum kekenyangan dan tidur atau berbaring setelah makan.
Ana menjelaskan, lambung dapat mengembang enam kali lipat saat diisi sampai benar-benar penuh. Makin banyak makanan yang tertampung di lambung, organ itu harus kerja makin keras mengeluarkan asam lambung lebih banyak. (KRO/RD/LBR)







