RADARINDO.co.id – Cilegon : Video viral permintaan proyek senilai Rp5 triliun tanpa tender dari pengusaha Cilegon kepada PT Chandra Asri Alkali (CAA), bikin geger. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun menegaskan bakal turun langsung menyelidiki hal tersebut.
Video tentang aksi ini viral setelah terekam dalam audiensi antara perwakilan pengusaha lokal dengan kontraktor China Chengda Engineering Co., Ltd (CCE).
Baca juga: Truck Vendor “Sunat” Inti Sawit Milik PTPN IV
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, pihaknya ingin mengecek langsung kebenaran informasi tersebut, dan tidak hanya mengandalkan potongan video di media sosial.
“Tentu kita juga mesti melihat dengan bijak semua ini, tapi kami juga tidak hanya ingin melihat di media sosial. Kita ingin bertemu langsung,” ujar Anindya di Jakarta, melansir kompas, Rabu (14/5/2025).
Anindya menegaskan, Kadin Pusat telah membentuk tim verifikasi organisasi dan etika guna menilai tindakan serta struktur kepengurusan Kadin di daerah. Investigasi akan dilakukan bersama Gubernur Banten, Kementerian Investasi/BKPM, dan penegak hukum.
Sementara, Wakil Ketua Umum I Kadin Kota Cilegon, Isbatullah Alibasja menyebut, pernyataan permintaan proyek tanpa tender itu tidak mewakili sikap resmi organisasi. Menurutnya, pernyataan itu merupakan luapan emosi salah satu pengurus yang kecewa dengan kurangnya komunikasi dari pihak kontraktor proyek.
“Pengurus dan anggota itu dalam kondisi emosional. Saya bilangnya ini slip of tongue (salah ucap) karena komunikasi (perwakilan) Chengda itu kurang baik,” kata Isbat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya memahami aturan proyek strategis nasional tidak mungkin dijalankan tanpa proses tender. “Kita sangat paham, masa proyek tanpa tender itu tidak masuk akal, tidak benar,” ucapnya.
Isbat menjelaskan bahwa audiensi yang terekam dalam video merupakan pertemuan ketiga antara Kadin Kota Cilegon dengan pihak terkait proyek pembangunan pabrik bahan baku baterai kenderaan listrik oleh PT CAA.
Ia menilai belum ada kejelasan soal pelibatan pengusaha lokal. “Sudah rapat hampir tiga kali, kita bisa buktikan ada berita acaranya,” ucapnya.
Baca juga: Pelajar SMAN Gelar Perpisahan di Club Malam, Ini Penjelasan Kepsek
Isbat mengakui bahwa kondisi ekonomi di Cilegon sedang tertekan, mulai dari defisit APBD, ancaman PHK, hingga efisiensi anggaran pemerintah. Dalam situasi itu, Kadin mencoba mengambil peran membantu menggerakkan ekonomi.
“Membantu upaya pemerintah mengurangi pengangguran dan kemiskinan, dan menahan laju pertumbuhan ekonomi karena saat ini kebijakan fiskal kita defisit,” tandasnya. (KRO/RD/Komp)







