Terbukti Korupsi Dana DAK Rp8,7 M Mantan Kadisdik Jember dan Kepsek SMK di Vonis 7 Tahun Penjara

50

RADARINDO.co.id-Surabaya: Mantan Kadisdik Kabupaten Jember, Saiful Rahman dan Eny Rustiana selaku kepala Sekolah SMK Baiturrohmah Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Jawa Timur, divonis 7 tahun penjara dan denda 500 juta.

Agenda sidang putusan Majelis hakim menyatakan, Saiful Rachman terbukti secara sah dan dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan ruang praktik dan pengadaan mebeler untuk 60 sekolah SMK hususnya di Jatim, tahun 2018.


Baca juga : PalmCo Regional 3 Meriahkan Ajang BUMN Goes to Campus

Keduanya sama sama di penjara selama 7 tahun, dan membayar uang denda Rp500 juta, dengan ketentuan dan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Arwana saat membacakan sidang putusannya di ruang sidang Chandra, Selasa (19/12/2023).

Keduanya terbukti, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Saiful Rachman tidak diminta untuk menggantikan kerugian negara yang disebabkan oleh perbuatan korupsi yang dilakukannya.

Sementara Eny, harus membayar uang pengganti sebesar Rp 8,7 miliar. Sesuai dengan hitungan kerugian negara.

Baca juga : Tutup Tahun 2023, Kinerja Produksi Tebu Regional 4 PTPN I Meningkat

Uang pengannti harus dibayarkan satu bulan setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Apabila terpidana tidak memiliki harta benda yang mencukupi, maka terpidana akan dipidana penjara selama lima tahun,” ujar ketua majelis hakim saat membacakan vonis terhadap terdakwa Eny Rustiana.

Saiful Rachman dan Eny meminta waktu untuk pikir-pikir apakah akan banding atau menerima vonis tersebut. (KRO/RD/An)